Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

5 Cara Menyusun Laporan Keuangan Sederhana bagi Pemula!

5 Cara Menyusun Laporan Keuangan Sederhana bagi Pemula!

29 May 2023, 4:51 AM·Waktu baca: 4 menit
Kategori
laporan keuangan sederhana

Laporan keuangan adalah unsur penting dalam menjalankan usaha, termasuk usaha kecil. Namun, bagaimana cara menyusun laporan keuangan sederhana anti ribet?

Mengenal Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan yang berisi informasi mengenai keuangan perusahaan selama periode tertentu. Tujuannya, adalah untuk menyajikan kinerja perusahaan dengan cara yang jelas dan mudah dipahami.

Beberapa jenis laporan keuangan yang umum disusun oleh perusahaan meliputi laporan laba rugi, laporan posisi keuangan atau neraca, dan laporan arus kas. Bagi para investor, laporan keuangan merupakan acuan utama sebelum mereka memutuskan untuk berinvestasi di saham perusahaan tersebut.

Tujuan utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan dalam hal investasi dan kredit di perusahaan. Selain itu, laporan keuangan juga membantu dalam memperkirakan arus kas di masa depan, mengidentifikasi sumber daya ekonomi perusahaan (aset) dan kewajiban terkait dengan sumber daya tersebut (liabilitas), serta memperhatikan perubahan pada aset dan liabilitas tersebut.

Selain aspek tersebut, laporan keuangan juga berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Laporan keuangan juga memberikan gambaran tentang tingkat rentabilitas dan profitabilitas perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, serta memberikan wawasan mengenai stabilitas usaha yang dimiliki oleh perusahaan.

Dengan demikian, laporan keuangan adalah dokumen penting yang perlu disusun oleh perusahaan. Namun, apakah usaha skala kecil atau menengah juga memerlukan laporan keuangan?

Baca juga: Kerap Jadi Acuan Investor, Apa Saja Komponen Laporan Keuangan?

Lantas, Seberapa Penting Fungsi Laporan Keuangan?

Usaha, apapun skalanya, tentu memerlukan laporan keuangan sebagai bahan evaluasi bagi kinerja bisnisnya. Pasalnya, jika pelaku usaha kecil tidak mencatat pembukuannya, maka bisa-bisa ia tidak sadar mengenai kesehatan bisnisnya sendiri.

Namun, selain itu, terdapat pula fungsi lain dari menyusun laporan keuangan. Apa saja fungsi-fungsi tersebut?

1. Memantau Kinerja Keuangan

Dengan menyusun laporan keuangan, pelaku usaha dapat mendapatkan gambaran yang jelas mengenai perkembangan keuangan perusahaan dari masa ke masa.

Dengan mempelajari laporan keuangan, ia dapat dengan mudah memantau kinerja keuangan perusahaannya dari waktu ke waktu dan mengetahui apakah keuangan perusahaan semakin membaik atau justru mengalami penurunan.

2. Memberikan Informasi yang Dibutuhkan Pihak Terkait

Selain dapat memetakan gambaran keuangan perusahaan, laporan keuangan juga dapat memberikan informasi yang sangat penting bagi pihak-pihak terkait. Misalkan seperti pemegang saham, kreditur, dan investor.

Semakin rapi pembukuan yang dilakukan, maka akan semakin tinggi pula kepercayaan pihak-pihak tersebut untuk menyuntikkan modal ke bisnis sang wiraswasta. Namun, jika sang pelaku usaha tidak menyediakan laporan keuangan yang baik, maka calon pemberi modal akan sangsi dengan tata kelola usaha tersebut.

3. Membantu dalam Pengambilan Keputusan

Laporan keuangan sangat berperan dalam membantu pengambilan keputusan penting bagi pemilik usaha.

Dengan laporan keuangan, ia dapat menentukan apakah perlu mengambil pinjaman atau tidak, mengevaluasi sejauh mana efektivitas kampanye pemasaran yang telah dilakukan, serta menentukan strategi harga yang tepat untuk produk atau jasa yang ditawarkan.

Cara Menyusun Laporan Keuangan Sederhana

Nah, karena laporan keuangan memiliki fungsi yang banyak, pelaku usaha tentunya juga harus mampu menyusunnya.

Memang, secara kasat mata, laporan keuangan terlihat sangat rumit. Namun, terdapat beberapa cara agar pelaku usaha bisa menyusun laporan keuangan secara sederhana.

Berikut ini adalah cara yang simpel untuk membuat laporan keuangan yang tidak rumit dan dapat dipraktikkan dengan mudah.

1. Membuat Buku Khusus Pengeluaran

Dalam buku ini, pelaku usaha dapat mencatat setiap pengeluaran, bahkan yang terkecil sekalipun. Lebih baik jika ia  sudah memiliki buku catatan pengeluaran sebelum memulai usaha.

Catatan ini memiliki fungsi penting untuk membantu pelaku usaha untuk menyeimbangkan kas pada akhir periode dengan lebih mudah.

2. Membuat Buku Khusus Pemasukan

Tidak hanya pengeluaran yang perlu dicatat, tetapi juga semua pemasukan harus dicatat. Ini akan mempermudah pelaku usaha dalam memantau keseimbangan bisnis yang sedang berjalan.

Catatan ini akan sangat berguna pada akhir bulan, akhir kuartal, dan akhir tahun. Jadi, ia harus memastikan untuk mencatat setiap pemasukan setiap hari, termasuk pembayaran utang yang sudah diselesaikan.

3. Membuat Buku Catatan Stok Barang

Sebagai pelaku bisnis, pengusaha tentu tidak hanya melacak keuangan dengan saksama semata. Ia juga perlu memperhatikan secara teliti aliran barang yang masuk dan keluar. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk membuat buku catatan yang khusus untuk stok barang.

Buku stok ini bisa dikatakan sebagai laporan keuangan yang paling sederhana karena tidak melibatkan pencatatan keuangan secara langsung. Namun, melalui catatan yang terperinci mengenai pergerakan barang, ia dapat menilai sejauh mana produktivitas bisnis yang Anda jalankan.

4. Membuat Buku Catatan Inventaris

Buku ini mencatat semua barang yang dimiliki oleh perusahaan yang pelaku usahan jalankan, termasuk barang yang dibeli atau diterima melalui hibah dan telah dirawat.

Tujuan pencatatan ini adalah untuk mengidentifikasi stabilitas perusahaan secara lebih mudah. Catatan ini akan menjadi landasan yang sangat penting bagi pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan di akhir setiap periode dalam aplikasi pembukuan usaha.

5. Membuat Rangkuman Catatan Kas Utama

Salah satu cara terakhir untuk membuat laporan keuangan yang sederhana adalah dengan menyusun ringkasan dari kas utama. Buku ini memiliki peranan penting bagi pelaku usaha karena tidak hanya menyediakan data, tetapi juga menjadi dasar laporan keuangan.

Dalam ringkasan ini, terdapat catatan lengkap mengenai pemasukan dan pengeluaran, baik dalam bentuk barang maupun uang. Dari catatan ini, ia dapat melihat secara jelas keuntungan atau kerugian yang dialami oleh perusahaan.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham AS, indeks saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Mekari, Mitra Buka Lapak

Ditulis oleh
channel logo

Galih Gumelar

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar