pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
news

Waktu baca: 3 menit

View

6200

Rangkuman Pasar: Kripto Melempem, MINA Malah Ogah Kalem!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis pada sesi perdagangan terakhir pekan ini. Sementara itu, nilai aset kripto masih bergerak gitu-gitu aja di waktu yang sama. Apa yang terjadi di market hari ini? Simak selengkapnya di Rangkuman Pasar berikut!

IHSG

Jelang Akhir Pekan, IHSG Memilih Mundur Perlahan

IHSG pamit undur diri dari sesi perdagangan Jumat (18/3) dengan bertengger di 6.954,57 poin, terkoreksi tipis 0,14% dibanding sesi perdagangan sebelumnya. Lagi-lagi, sang indeks domestik gagal memanfaatkan momentumnya untuk mengakhiri sesi perdagangan di level 7.000.

Tampaknya, pelaku pasar saat ini masih dalam mode konsolidasi demi mencerna beberapa perkembangan global yang terjadi belakangan ini, mulai dari kenaikan suku bunga The Fed hingga perkembangan resolusi damai antara Rusia dan Ukraina demi mengakhiri konflik geopolitik antara keduanya.

Selain itu, pelaku pasar nampaknya mulai mengalihkan perhatiannya dari pasar modal setelah ekonomi AS terlihat mulai pulih. Hal itu tercermin dari data klaim pengangguran AS pekan lalu yang ternyata menyentuh titik terendahnya dalam 52 tahun terakhir.

Data tersebut setidaknya memberi secercah harapan bahwa ekonomi AS masih tetap bisa bertahan meski sebelumnya The Fed memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dari 4,3% menjadi 2,6% tahun ini akibat inflasi.

IHSG Ambyar, Asing Borong Saham Rp135 Miliar

Meski IHSG terlihat melempem, investor asing nampak masih getol memborong saham domestik. Hal ini tercermin dari nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp135,8 miliar.

Kali ini, pelaku pasar terlihat doyan memboyong saham-saham big cap, seperti saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp262 miliar dan PT Astra International Tbk sebesar Rp142,2 miliar. 

Hanya saja, di saat yang sama, pelaku pasar juga paling banyak melepas saham pelat merah, utamanya saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk masing-masing Rp190,7 miliar dan Rp135,6 miliar.

Sementara itu, harga saham emiten batu bara juga kena apes setelah harga komoditas tersebut ambyar 33% dalam sepekan terakhir. Oleh karenanya, tak heran jika nilai saham emiten batu bara seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) masing-masing rontok 3,57% dan 0,73% pada hari ini.

Baca juga: Pluang Pagi: CAKE Jadi Jagoan, Indeks AS Kian Menawan

Aset Kripto

Aset Kripto Memilih Rebahan Jelang Akhir Pekan

Kondisi "sebelas-dua belas" juga terjadi di pasar kripto hari ini. Melansir Coinmarketcap pukul 16.53 WIB, delapan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat pasrah terjerumus ke zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai Bitcoin (BTC) kini bertengger di US$40.530,94 per keping alias turun 0,75% dalam sehari terakhir. Sementara itu, nilai Terra (LUNA) terjerumus lebih parah 7,27% ke US$82,87 per keping di waktu yang sama.

Nasib keduanya pun diikuti oleh Cardano (ADA) dan Solana (SOL) yang masing-masing runtuh 2,48% dan 1,87% dalam sehari terakhir. Di antara seluruh aset kripto utama, hanya Ether (ETH) dan Avalanche (AVAX) saja yang sukses menanjak setelah membukukan pertumbuhan nilai masing-masing 1,02% dan 1,4%.

Sentimen Kripto Hari Ini

Secara umum, kondisi pasar kripto hari ini juga masih dalam tahap konsolidasi demi mencerna perkembangan makroekonomi dan geopolitik terkini. Makanya, pelaku pasar juga terlihat belum mau terlalu pede untuk menginjakkan kakinya di pasar kripto.

Selain itu, pelaku pasar nampaknya juga bereaksi dengan niatan dewan legislatif AS untuk menyusun RUU yang bertujuan untuk memaksa platform exchange kripto untuk "putus hubungan" dengan penggunanya di Rusia. Jika aturan ini disahkan, maka tentu saja permintaan aset kripto dari negara tersebut bakal susut.

Selain itu, data Glassnodes juga menunjukkan bahwa tingkat kesulitan penambangan BTC turun 0,35% pada Kamis (18/3). Hal ini mengindikasikan bahwa penambang nampaknya semakin malas menambang BTC. Diduga, penyebab utamanya adalah kenaikan biaya listrik pasca menanjaknya harga komoditas energi beberapa waktu terakhir.

Namun, di antara seluruh pasar kripto yang "kecipak-kecipuk", Mina (MINA) tetap keluar jadi juara dengan membukukan pertumbuhan nilai 21,76% dalam sehari terakhir. Nilai Mina melonjak setelah ekosistem Mina mendapat kucuran dana segar US$92 juta yang rencananya bakal digelontorkan sebagai insentif agar pengembang mau memanfaatkan protokol Mina.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

RELATED_ARTICLES