Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus

Pluang+

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
Pluang Plus

Benefit eksklusif dengan Pluang+. Gabung sekarang!

Pluang Plus
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
glossary

8 Dec 2022 3:55 AM

View

0

Withdraw

Withdraw adalah istilah yang umum pada dunia trading. Lantas, seperti apa pengertian dan strategi withdraw? Simak di sini!

Apa Itu Withdraw?

Withdraw adalah istilah teknis yang umum ditemukan dalam dunia trading. Artinya adalah sebuah aktivitas untuk membatakan pembelian perintah untuk penarikan dana yang sebelumnya disetor untuk berbagai jenis trading investasi.

Sebagai contoh, seorang trader menyetor ke broker trading sebesar Rp10 juta untuk melakukan trading saham. Namun, ia kemudian mendera rugi trading sebesar Rp2 juta, sehingga sisa dana depositnya menjadi Rp8 juta. Sang trader kemudian memutuskan untuk menarik dana dari akunnya di broker trading. Nah, kegiatan penarikan dana itulah yang disebut sebagai Withdraw.

Namun, istilah Withdraw tak hanya berlaku dalam dunia trading. Dalam dunia perbankan, misalnya, Withdraw adalah kegiatan yang merujuk pada penarikan dana dari rekening bank atau rekening lainnya seperti rekening dana pensiun.

Baca Juga: Trading

Apa Manfaat Withdraw dalam Trading?

Bagi trader, Withdraw bukanlah sekadar kegiatan menarik dana semata. Withdraw adalah salah satu metode bagi trader untuk melancarkan strategi trading yang dapat meminimalisasi kerugian atau bahkan menikmati cuan dari trading.

Di samping itu, Withdraw juga dapat dijadikan sebagai rencana yang memungkinkan trader menarik uang dari hasil trading pada interval waktu yang telah ditentukan agar trader bisa mengatur penarikan dananya. Nah, intinya, Withdraw juga bisa dibilang merupakan bagian dari strategi trader untuk keluar dari pasar (exit strategy).

Withdraw Adalah Situasi Umum dalam Trading

Sama seperti kegiatan lain pada umumnya, aksi Withdraw terjadi karena munculnya faktor pemicu. Dalam konteks trading, Withdraw biasanya terjadi setelah sang trader melakukan exit strategy untuk membatasi kerugian atau sukses mendulang cuan.

Lantas, kegiatan apa saja dalam trading yang memicu trader untuk melakukan Withdraw?

1. Stop Loss

Stop Loss adalah tipe pesanan (order) dari trader kepada broker untuk menutup posisinya secara otomatis pada satu titik waktu atau harga tertentu. Tujuannya adalah untuk mencegah trader dari boncos berlebih ketika melakukan trading, utamanya saat harga aset tengah terjun bebas.

Terdapat tiga jenis Stop Loss yang umum diketahui trader, yakni:

  1. Good 'til Canceled (GTC). Stop Loss tipe ini akan dieksekusi secara otomatis sesuai waktu atau titik harga tertentu yang diinginkan trader.
  2. Day Order. Pada tipe ini, Stop Loss akan kedaluwarsa setelah satu hari perdagangan.
  3. Trailing Stop. Trader bisa melancarkan Stop Loss setelah titik harga yang ditetapkannya berada dalam jarak tertentu dari harga aset saat ini.

Biasanya, Stop Loss yang ditetapkan trader akan berubah menjadi Market Order. Nah, setelah itu, trader bisa langsung melakukan Withdraw.

2. Take Profit

Secara sederhana, Take Profit adalah order yang diberikan dari trader kepada broker untuk keluar dari pasar ketika harga aset menanjak ke satu titik tertentu. Dengan cara ini, trader bisa mendulang cuan sesuai yang ia inginkan tanpa harus repot-repot memantau pasar. Setelah mengeksekusi Take Profit, maka trader bisa melakukan Withdraw untuk mengantongi cuannya.

Baca Juga: Cara Membaca Indikator Oscillator dalam Trading

Bagaimana Cara Menentukan Strategi Withdraw?

Terdapat beberapa konsiderasi bagi trader untuk melakukan exit strategy yang berujung pada Withdraw. Berikut adalah beberapa di antaranya!

1. Tentukan Waktu 'Exit Strategy' Terbaik

Seluruh trader tentu memiliki profil risikonya masing-masing. Nah, hal itu seharusnya menjadi patokan baginya untuk menentukan waktu yang tepat untuk melancarkan exit strategy dan kemudian Withdraw.

Namun, sebelum menentukan saat tepat melakukannya, trader perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:

a. Menentukan Titik Keuntungan

Dalam hal ini, investor tentunya perlu menentukan pada dititik mana Withdraw itu akan dilakukan.

b. Menentukan Periode

Beberapa investor memiliki rencana Withdraw secara periode. Biasanya periode tersebut dilakukan setiap bulan, minggu atau bahkan setiap hari.

c. Menentukan Porsi

Withdraw berdasarkan porsi keuntungan juga dapat dijadikan salah satu strategi yang investor pilih. Dalam hal ini investor dapat menentukan berapa persen yang akan dicairkan, dan berapa persen yang akan diputar kembali menjadi tambahan modal investasi.

2. Tentukan Risiko yang Rela Diambil

Risiko adalah faktor penting sebelum melakukan trading. Dengan mengukur hal tersebut, maka trader bisa menentukan seberapa besar nilai kerugian yang sang trader rela iklaskan ketika melakukan trading.

Selain itu, mematok risiko juga berguna untuk menentukan jangka waktu trading dan tipe Stop Loss seperti apa yang akan ia ambil. Sebagai contoh, mereka yang mampu menoleransi risiko kecil tentu akan menentukan titik Stop Loss-nya dengan ketat. Sementara itu, trader yang bisa menanggung kadar risiko tinggi akan menentukan titik Stop Loss-nya secara lebih longgar dan fleksibel.

3. Tetapkan Pilihan dengan Solid

Setiap trader disarankan untuk melakukan strategi Stop Loss dan Take Profit. Namun, pekerjaan rumah sang trader tak berhenti sampai di situ saja. Ia harus konsisten dengan pilihannya atas kedua titik tersebut. Apa alasannya?

Selepas menentukan titik Stop Loss dan Take Profit, trader umumnya cemas dengan pergerakan harga aset yang digenggamnya. Sehingga, mereka pun melakukan tindakan irasional berdasarkan emosi dan memilih untuk langsung menjual asetnya sesegera mungkin. Intinya, emosi trader bisa bergejolak setelah menentukan titik Stop Loss dan Take Profit.

Oleh karenanya, trader harus mengetahui alasan kuat kenapa memilih dua titik tersebut. Selain itu, trader juga perlu memiliki dalih solid terkait mengapa melakukan trading atas aset yang ia pilih.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta lebih dari 140 aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

Sumber: Investopedia, Schwabbs

Bagikan
Tags

Apakah artikel ini bermanfaat?

Artikel Terkait