Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Fitur Proarrow-icon

support-icon
Dirancang untuk Investor
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Keamanan

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

Pelajari

Apa Itu Diversifikasi Aset?
shareIcon

Apa Itu Diversifikasi Aset?

0 dilihat·Waktu baca: 3 menit
shareIcon
Apa Itu Diversifikasi Aset?

Praktik diversfikasi kurang afdal rasanya jika investor tidak memahami konsep dasar diversifikasi aset. Yuk, pelajari selengkapnya di sini!

Konsep Umum Diversifikasi

Secara definisi, diversifikasi di dalam dunia investasi adalah aksi investor untuk menyusun portofolio dengan beragam aset dengan tingkat risiko yang berbeda diiringi dengan kurun waktu dan periode yang juga berbeda. Hal ini sesuai dengan pepatah terkenal di dunia investasi, yakni don’t put your eggs in one basket atau jangan menaruh semua telur di satu keranjang.

Apa Pentingnya Diversifikasi?

Dalam ilmu investasi, diversifikasi adalah sebuah langkah yang diperlukan seorang investor untuk dapat memitigasi risiko investasi. Dengan kata lain, sang investor tidak akan mendera kerugian teramat sangat ketika kinerja salah satu asetnya terjerumus begitu dalam.

Sebagai contoh, jika isi portofolio sang investor hanya berkisar di sektor teknologi atau aset kripto saja di 2022, maka sudah pasti imbal hasil yang mereka dapatkan tumbuh negatif. Makanya, untuk mencegah nilai portofolionya dari kiamat, investor wajib hukumnya menyeimbangkan portofolionya dengan aset-aset lain yang memiliki risiko lebih rendah atau memiliki performa lebih baik dari aset-aset lainnya.

Di samping meminimalisasi risiko, diversfikasi juga dibutuhkan investor untuk memaksimalkan cuan yang mereka serok dari berinvestasi.

Asal tahu saja, kunci sukses untuk berinvestasi sebenarnya adalah menyeimbangkan tingkat kenyamanan risiko tergantung periodenya. Sebagai contoh, jika investor terlalu ngebet berinvestasi secara konservatif di waktu muda, maka pertumbuhan investasinya tidak akan cukup untuk melampaui tingkat inflasi dan tidak akan cukup untuk pensiun. Sementara itu, ia akan terpapar risiko buntung yang terlampau tinggi jika ia terlalu agresif dalam berinvestasi.

Nah, oleh karenanya, seorang investor perlu menyeimbangkan tingkat risiko dan potensi cuannya melalui diversifikasi. Terlebih, beberapa hasil penelitian akademik menunjukkan bahwa portofolio yang terdiversifikasi mampu menghasilkan imbal hasil yang lebih mantap dengan risiko yang rendah dalam jangka panjang. Kendati demikian, patut diingat bahwa diversifikasi juga tidak menjamin keuntungan dalam berinvestasi. 

Mengenal Macam-macam Diversifikasi

Secara umum, konsep diversifikasi adalah mengombinasikan satu aset dengan aset lain di dalam portofolio. Kadang, investor pemula selalu mengaitkan konsep ini dengan “mencomblangkan” satu kelas aset dengan kelas aset lainnya, misalnya instrumen saham dengan emas.

Namun, konsep diversifikasi yang sebenarnya tidak hanya sebatas memasangkan satu kelas aset dengan aset lainnya. Berikut adalah konsep-konsep diversifikasi lainnya selain berdasarkan kelas aset!

  1. Diversifikasi dalam satu kelas aset tertentu. Sobat Cuan perlu memahami bahwa tingkatan risiko di dalam satu kelas aset bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, saham teknologi tentu punya risiko volatilitas yang berbeda dibanding saham sektor konsumsi. Bahkan, satu saham teknologi pun memiliki risiko yang berbeda dengan saham teknologi lainnya. Oleh karenanya, investor bisa melakukan diversifikasi antar instrumen di satu kelas aset sebagai batu pijakan dalam melakukan diversifikasi.
  2. Diversifikasi berdasarkan batas geografis. Tak dapat dipungkiri bahwa situasi ekonomi dan ukuran kapitalisasi pasar yang terjadi di satu negara mempengaruhi kinerja aset yang diterbitkan di dalamnya. Makanya, pertumbuhan indeks saham AS dan saham Indonesia, misalnya, terbilang berbeda. Nah, kondisi tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan investor untuk menebar risiko investasinya.
  3. Diversifikasi berdasarkan mata uang. Kekuatan mata uang sebuah negara pun bisa digunakan sebagai dasar diversifikasi. Pasalnya, seorang investor dapat mengeruk untung investasi yang jumbo dari instrumen aset berdenominasi mata uang negara tersebut. Sebagai contoh, ketika nilai tukar Dolar AS menguat melawan Rupiah, maka investor ada baiknya memfokuskan portofolionya di saham AS lantaran cuannya akan bernilai mantap jika dikonversikan ke mata uang Rupiah.

Ditulis oleh
channel logo

Marco Antonius

Right baner

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait
1.

Apa Itu Diversifikasi Aset?

card-image
2.

Mengenal Pockets Sebagai Sarana Diversifikasi di Pluang

card-image
3.

Kapan Saatnya Menggunakan Fitur Pockets?

card-image
4.

Cara Diversifikasi Portofolio Investasi

card-image

Pelajari Materi Lainnya

cards
Pemula
Diversifikasi 101

Salah satu konsep penting dalam investasi adalah...

no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1