pluang_logo

Blog

Tentang Kami

Inovasi dan kemudahan adalah misi kami, lihat kisahnya di sini!

FAQ

Temukan semua jawaban tentang berinvestasi di Pluang

Kontak Kami

Kami dengan senang hati menjawab pertanyaanmu. Hubungi kami!

Karir

Bergabunglah dengan tim kami!

telegram
telegram
  • facebook_logo
  • instagram_logo
  • twitter_logo
  • youtube_logo
  • telelgram_logo
  • linkedin_logo
  • tiktok_logo
app_logo
pluang_logo
BlogIcon
Blog
Berita & AnalisisAkademiEventKamusTips & Trik InvestasiPromo
bookmark
Bookmark
Bagikan
course

Waktu baca: 2 menit

View
8444

Apa Untungnya Beli Saham IPO?

Perusahaan tentu mendapatkan banyak keuntungan dengan melantai di bursa saham. Namun, bagi investor, apa sebenarnya manfaat yang bakal didapat dengan membeli saham perdana alias Initial Public Offering (IPO)? Yuk, simak penjelasannya berikut!

Manfaat Membeli Saham IPO

Secara umum, terdapat dua manfaat utama yang bakal kamu dapat dengan mengoleksi saham IPO.

1. Bisa Menikmati Pertumbuhan Dividen Sedari Dini

Beberapa perusahaan melaksanakan IPO untuk menggaet pendanaan yang murah demi melakukan ekspansi bisnisnya. Jika ekspansi bisnis mereka terbilang sukses, maka pundi-pundi laba yang mereka koleksi pun akan semakin bejibun ke depan.

Nah, melihat hal ini, Sobat Cuan tentu berharap kecipratan cuan perusahaan tersebut, bukan? Jika memang demikian, maka tidak ada salahnya kamu membeli saham perusahaan tersebut saat IPO. Mengapa demikian?

Seperti yang diketahui, IPO adalah aksi perusahaan yang memberikan kesempatan bagi calon investor untuk memiliki kepemilikan di perusahaan tersebut. Sebagai imbal baliknya, investor tentu akan mendapat dividen per tahunnya.

Sekarang, bayangkan jika aksi ekspansi bisnis perusahaan ternyata benar-benar menghasilkan laba yang mumpuni ke depan. Hasilnya, kamu tentu saja bakal diganjar dividen yang melimpah pada tahun-tahun mendatang.

Sehingga, jika kamu sudah berpartisipasi di saham perusahaan tersebut sejak awal, maka kamu bisa mengakumulasi dividen lebih banyak, plus menikmati pertumbuhan dividennya sedari dini, dibanding investor lainnya.

Hanya saja, kamu bisa menikmati hal tersebut jika sang perusahaan benar-benar memiliki prospek yang bagus ke depan. Oleh karenanya, jangan malas untuk membedah laporan keuangan dan prospektus calon perusahaan IPO ya, Sobat Cuan!

2. Koleksi Saham di Harga Murah

Aktivitas IPO juga memungkinkanmu untuk mendapatkan saham di harga yang lebih murah. Nah, dalam hal ini, Sobat Cuan bisa menengok contoh-contoh yang pernah terjadi di bursa saham sebelumnya.

Salah satu peristiwa yang bisa kamu pelajari adalah IPO perusahaan belanja daring terbesar China, Alibaba, di bursa saham AS pada 2014 silam. Kala itu, Alibaba berhasil meraup pendanaan publik sebesar US$21,8 miliar dan menorehkan sejarah sebagai IPO terbesar sejagat.

Ternyata, saat mencapai titik puncaknya pada 2020 silam, harga saham Alibaba meroket fantastis 244% dibanding saat IPO. Dengan kata lain, jika Sobat Cuan investasi Rp10 juta di saham Alibaba saat IPO, maka saham Alibaba milkmu akan bernilai Rp24,4 juta hanya dalam enam tahun saja!

Bayangkan jika kamu baru kepikiran untuk membeli saham Alibaba pada 2020 lalu. Tentu kamu akan merasa menyesal tidak membeli saham tersebut pada saat IPO, bukan?

Tapi, bukan berarti pertumbuhan nilai saham Alibaba terbilang selalu mulus, Sobat Cuan. Faktanya, nilai saham Alibaba bahkan sempat anjlok 38% setelah setahun melantai di bursa.

Selain Alibaba, banyak nilai saham perusahaan yang amblas dalam waktu singkat pasca IPO. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kinerja yang melempem, kepemimpinan perusahaan yang buruk, hingga kondisi makroekonomi yang memang sedang tidak sehat.

Namun, terdapat pula saham yang nilainya tak pernah kembali menyentuh harga IPO-nya selepas menawarkan saham perdananya, misalnya saham Grab dan Coinbase. Hal ini, bisa jadi, disebabkan oleh kondisi perusahaan yang memang oke serta penilaian baik dari para investor.

Bagikan

Apakah artikel ini bermanfaat?