Investasi

down-icon
item
Investasi di pasar terbesar dunia dengan Saham AS

Fitur

down-icon
support-icon
Fitur Pro untuk Trader Pro (Segera Hadir)
Temukan fitur untuk menjadi trader terampil

Advanced Order

support-icon
Dirancang untuk Investor (Segera Hadir)
Berbagai fitur untuk investasi dengan mudah

Biaya

Akademi

down-icon

Lainnya

down-icon
item
Temukan peluang eksklusif untuk meningkatkan investasi kamu
support-icon
Bantuan

Hubungi Kami

arrow-icon

Pluang+

chatRoomImage

Scan kode QR untuk download Pluang di Android dan iOS.

Informasi Terkini UntukmuBlogBerita & AnalisisPelajariKamus
bookmark

Cari berita, blog, atau artikel

Berita & Analisis

The Week Ahead - Saham AS & Crypto 1 April 2024

The Week Ahead - Saham AS & Crypto 1 April 2024

31 Mar 2024, 5:11 PM·Waktu baca: 3 menit
Kategori
The Week Ahead - Saham AS & Crypto 1 April 2024

Berita terkait GDP Amerika sampai dengan klaim bantuan pengangguran AS yang dipredisi akan naik. Selengkapnya dalam The Week Ahead!

Outlook Saham AS & Kripto Pekan Ini (1-5 April 2024)

1. Rilis Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi (GDP) Terbaru

Biro Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics) akan merilis data tingkat pengangguran di AS periode November pada Jumat (5/4). Analis memperkirakan, tingkat pengangguran akan berada di level 3,8% pada bulan Maret atau sedikit turun dari bulan sebelumnya di level 3,9%.

Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menjadi indikator rendahnya pertumbuhan ekonomi. Jika banyak orang yang tidak bekerja, ini dapat mengindikasikan rendahnya kegiatan ekonomi dan investasi. Dalam situasi seperti ini, Fed mungkin cenderung menurunkan suku bunga untuk merangsang pinjaman dan investasi, dengan harapan dapat memulai kembali pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak peluang kerja. 

Alhasil, menurunnya suku bunga The Fed memberikan katalis positif bagi pergerakan harga saham. Indeks diprediksi menguat jika tingkat pengangguran berada di bawah estimasi analis.


US Unemployment Rate, Sumber: Trading Economics (2024)

2. Klaim Bantuan Pengangguran AS Diprediksi Naik

Departemen ketenagakerjaan AS (US Department of Labor) akan mengumumkan data pengajuan klaim bantuan pengangguran (Initial Jobless Claim) pada Kamis (4/4). 

Ekonom memperkirakan terdapat 215.000 pengangguran yang mengajukan klaim bantuan tunakarya dari pemerintah AS pada pekan ini. Angka itu lebih tinggi dari realisasi pekan sebelumnya yakni 210.000 pengajuan.

Asal tahu saja, initial jobless Claim adalah indikator yang menggambarkan jumlah tuna karya yang mengajukan tunjangan pengangguran dari pemerintah AS. 

Pasalnya, mereka tidak memiliki pekerjaan atau sedang mencari pekerjaan yang dalam waktu sepekan. Ekonom dan analis biasanya menggunakan data ini untuk mengukur kesehatan pasar tenaga kerja serta mencari sinyal mengenai kondisi ekonomi AS secara keseluruhan.

Jumlah klaim yang tinggi memberi isyarat bahwa situasi ekonomi AS sedang lesu, sehingga nilai tukar dolar AS berpotensi melemah. Sebaliknya, jika jumlah pengajuan bantuan tunakarya menurun mengindikasikan ekspansi ekonomi AS.


US Initial Jobless Claims, Sumber: Trading Economics (2024)

3. Tren Masih Bullish, Indeks S&P 500 Berpotensi Terus Naik

Nilai indeks S&P 500 (SPX) masih berada dalam tren kenaikan (bullish) pada pekan ini jika ditinjau melalui analisis teknikal terbaru per Minggu (14/3). Pasalnya, nilai indeks S&P 500 kembali menguat pada pekan lalu, yakni melaju 34,82 poin atau sekitar 0,5% dari level 5.219,52 pembukaan ke level 5.254,34 penutupan, dan tetap solid berada di atas level rata-ratanya dalam 30, 50, 100, bahkan 200 hari terakhir (SMA 30,50,100,200). Asal tahu saja, SPX sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di 5.264,85 pada pekan lalu.

PDB kuartal keempat pada estimasi terakhir (final) kemarin mencapai 3,4%, di atas ekspektasi pasar di 3,2%. Ini merupakan kuartal keenam berturut-turut di mana PDB telah mencapai di atas 2,0%, yang menunjukkan ekonomi Amerika tetap sehat dan kuat. Di sisi lain, tekanan inflasi terus mengendur. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi naik dengan laju tahunan 1,8% pada kuartal keempat, yang merupakan kenaikan terkecil sejak tahun 2020.

Pekan ini tidak ada laporan keuangan dari perusahaan besar namun data perekonomian seperti tingkat pengangguran wajib dicermati oleh Investor karena bisa mempengaruhi probabilitas penurunan suku bunga yang diharapkan. Probabilitas Bloomberg terhadap pemotongan suku bunga bulan Juni turun menjadi 65% dari 85% pada Jumat lalu. Selama tren masih terjaga dalam kondisi bullish, maka indeks S&P 500 berpotensi terus merangkak naik dan memecahkan rekor demi rekor. Adapun level psikologi 5500 menjadi target jangka menengah yang harus dipecahkan oleh SPX.


Grafik Indeks S&P 500, Sumber: TradingView (2024)

4. Kalender Penting Perekonomian AS 

Kalender Perekonomian AS, Sumber: Bloomberg (2024)

5. Kalender Crypto


Kalender Crypto, Sumber: CoinMarketCal, Bloomberg (2024)

Ditulis oleh
channel logo

Kevin Reviro

Right baner

Bagikan artikel ini

Apakah artikel ini berguna untukmu?

like
like
Right baner
no_content

Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1

Daftar