Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Apa Bedanya ETF dan Reksa Dana Konvensional?

ETF itu sendiri adalah reksa dana — pembedanya bukan isinya, melainkan cara kamu membeli dan menjualnya. Keduanya secara hukum berbentuk reksa dana Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dikelola manajer investasi dengan aset disimpan di bank kustodian. Reksa dana konvensional dibeli dan dicairkan lewat agen penjual: order-mu diteruskan ke manajer investasi dan dihargai sekali sehari pada NAB hari itu. Unit ETF dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, sehingga kamu membelinya dari dan menjualnya kepada investor lain selama jam perdagangan pada harga yang sedang ditawarkan pasar saat itu. Satu perbedaan struktural itulah yang melahirkan sisanya — harga bergerak sepanjang hari alih-alih satu NAB harian, ada spread beli-jual yang kamu lewati, rekening efek alih-alih akun agen penjual, dan penyelesaian yang mengikuti aturan bursa alih-alih siklus pencairan.


ETFReksa dana konvensional
Bentuk hukumReksa dana KIKReksa dana KIK
Tempat transaksiBursa Efek IndonesiaLewat agen penjual
Bertransaksi dengan siapaInvestor lain di bursaReksa dananya, lewat subscription/redemption
Penetapan hargaHarga pasar bergerak sepanjang hariSatu NAB per hari
Rekening yang dibutuhkanRekening efekAkun agen penjual/platform
Harga vs nilai aset dasarBisa premium atau diskon terhadap NABDitransaksikan pada NAB
WaktuHanya pada jam perdagangan bursaBatas waktu order ditetapkan agen penjual
Biaya tambahan yang perlu diperhatikanSpread harga beli-jualBiaya subscription/redemption, bila ada
  • Kemiripannya sama pentingnya dengan perbedaannya. Keduanya membawa biaya pengelolaan yang dikenakan di dalam reksa dana dan tercermin pada NAB, keduanya punya prospektus sebagai dokumen rujukan resmi produk tersebut, dan keduanya menempatkan aset dasarnya di bank kustodian, bukan di manajer investasinya.
  • Konsep premium/diskon hanya ada pada ETF. Karena reksa dana konvensional ditransaksikan pada NAB, harga pasarnya tidak bisa menjauh dari nilai aset dasarnya. Harga ETF terbentuk dari perdagangan, sehingga bisa dan memang berada sedikit di atas atau di bawah.
  • Likuiditasnya bekerja berbeda. Pencairan reksa dana konvensional diproses manajer investasi. ETF membutuhkan lawan transaksi di bursa, artinya ETF yang perdagangannya tipis bisa lebih sulit dilepas pada harga yang kamu inginkan dibanding proses pencairan.
  • Tidak ada yang otomatis lebih baik. Fleksibilitas transaksi sepanjang hari yang berguna bagi satu investor tidak relevan bagi investor lain yang membeli untuk ditahan. Pilihan yang tepat bergantung pada bagaimana kamu benar-benar bertransaksi.

Pertanyaan terkait:

Q: Jadi ETF memang benar-benar reksa dana?
Betul. Dalam regulasi Indonesia, kelima ETF emas ini adalah reksa dana syariah Kontrak Investasi Kolektif — instrumen hukum yang sama dengan reksa dana yang dijual lewat agen penjual. Bagian "exchange-traded" menjelaskan cara unitnya berpindah tangan, bukan kategori produk yang berbeda. Itulah sebabnya prospektus tiap produk terbaca seperti prospektus reksa dana.

Q: Apakah saya bisa membeli ETF dengan cara yang sama seperti membeli reksa dana?
Tidak. Reksa dana dibeli lewat agen penjual dan dihargai pada NAB hari itu, sedangkan unit ETF dibeli di bursa lewat rekening efek pada jam perdagangan. Keduanya jalur transaksi berbeda dengan rekening berbeda di belakangnya, meskipun instrumen dasarnya sama bentuk hukumnya.

Q: Mana yang biayanya lebih rendah?
Bervariasi antar-produk, bukan antar-kategori. Keduanya mengenakan biaya pengelolaan di dalam reksa dana yang tercermin pada NAB, dan prospektus tiap reksa dana mencantumkan angkanya sendiri. Yang berbeda secara struktural adalah lapisan biaya tambahannya: ETF menambah biaya transaksi bursa dan spread beli-jual, sedangkan reksa dana konvensional bisa menambah biaya subscription atau redemption.

Q: Apakah ETF memberi diversifikasi lebih baik dari reksa dana?
Tidak dengan sendirinya — diversifikasi berasal dari apa yang dipegang reksa dananya, bukan dari cara ia diperdagangkan. Reksa dana saham yang memegang puluhan saham lebih terdiversifikasi dibanding ETF emas yang memegang eksposur ke satu komoditas. Nilailah diversifikasi dari portofolio dasarnya, dan pertanyaan ETF-versus-reksa-dana secara terpisah, dari cara kamu ingin bertransaksi.