Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+
Artikel FAQ

Berapa Biaya Transaksi ETF Emas di Pluang?

Transaksi ETF emas di Pluang dikenakan 0,15% untuk beli dan 0,25% untuk jual, sudah all-in — persis sama dengan tarif saham Indonesia. Angka all-in tersebut mencakup biaya trading Pluang sebesar 0,0961261% dari nilai transaksi ditambah PPN 11% atas biaya itu, bersama biaya regulasi pihak ketiga yang wajib dan berlaku sama bagi setiap broker berizin di BEI: levy, PPN atas levy, dan biaya kliring KPEI. Tarif beli dan jual berbeda hanya karena satu hal: transaksi jual dikenakan tambahan pajak penghasilan final 0,10% yang tidak berlaku pada pembelian. Selebihnya identik di kedua sisi. Biaya dihitung otomatis dari total nilai transaksi (harga unit × jumlah unit) dan ditampilkan di layar konfirmasi order sebelum kamu mengirim, sehingga tidak ada yang perlu kamu hitung manual dan tidak ada potongan mengejutkan setelah transaksi selesai.


Rincian biaya per transaksi:

KomponenBeliJual
Biaya levy0,03%0,03%
PPN atas levy0,0033%0,0033%
Biaya kliring KPEI0,01%0,01%
Biaya trading Pluang0,0961261%0,0961261%
PPN atas biaya trading Pluang11% dari biaya trading11% dari biaya trading
Pajak penghasilan final0,10%
Total, all-in0,15%0,25%
  • Contoh perhitungan. Membeli 10 lot (1.000 unit) di harga Rp1.000 per unit = Rp1.000.000. Biaya beli: levy Rp300 + PPN atas levy Rp33 + KPEI Rp100 + biaya trading Rp961 + PPN atas biaya trading Rp106 = Rp1.500, sehingga kamu membayar Rp1.001.500. Menjual posisi yang sama: Rp1.500 yang sama ditambah pajak penghasilan final Rp1.000 = Rp2.500, sehingga kamu menerima Rp997.500.
  • Sebagian besar biayanya bukan milik Pluang. Levy, PPN atas levy, biaya KPEI, dan pajak penghasilan final ditetapkan bursa dan pemerintah, sehingga identik di setiap broker berizin di Indonesia. Hanya biaya trading-nya sendiri yang berbeda antar-platform.
  • e-Materai. Bea meterai Rp10.000 dikenakan saat total nilai transaksi harianmu melebihi Rp10.000.000 — aturan yang sama dengan saham Indonesia, bukan biaya khusus ETF.
  • Yang tidak pernah kamu bayar: tidak ada biaya pembukaan rekening, tidak ada biaya penyimpanan (custody fee), dan tidak ada biaya inaktivitas. Menahan posisi ETF berbulan-bulan tidak dikenakan biaya platform apa pun.
  • Ini biaya transaksi saja. Secara terpisah, tiap reksa dana mengenakan biaya pengelolaan di dalam reksa dana yang tercermin pada NAB, bukan ditagihkan kepadamu, dan kamu melewati spread harga beli-jual setiap kali bertransaksi. Keduanya tidak termasuk dalam tabel di atas.

Pertanyaan terkait:

Q: Kenapa biaya jual lebih tinggi dari biaya beli?
Karena transaksi jual dikenakan pajak penghasilan final 0,10% yang tidak berlaku pada pembelian. Seluruh komponen lain — levy, PPN atas levy, biaya kliring KPEI, biaya trading Pluang, dan PPN atas biaya itu — dikenakan identik di kedua sisi. Satu baris pajak itulah penyebab tarif all-in naik dari 0,15% menjadi 0,25%.

Q: Apakah biaya ETF lebih murah dari biaya saham Indonesia?
Tidak, biayanya sama. Beli dikenakan 0,15% all-in dan jual 0,25% all-in untuk keduanya, karena unit ETF diperdagangkan di bursa yang sama, dikliringkan lewat infrastruktur yang sama, dan dieksekusi lewat rekening efek yang sama. Tidak ada diskon maupun biaya tambahan khusus ETF.

Q: Apakah biaya pengelolaan sudah termasuk dalam 0,15% dan 0,25%?
Tidak. Tarif tersebut hanya mencakup biaya transaksi. Tiap reksa dana secara terpisah mengenakan biaya pengelolaan yang dipotong di dalam reksa dana dan tercermin pada NAB-nya dari waktu ke waktu, sehingga tidak pernah muncul sebagai baris di laporanmu. Prospektus tiap reksa dana mencantumkan besarannya.

Q: Apakah saya membayar biaya hanya untuk memegang ETF?
Tidak kepada Pluang. Tidak ada custody fee, biaya akun, maupun biaya inaktivitas, sehingga menahan posisi tidak dikenakan biaya platform apa pun, tidak peduli berapa lama atau seberapa besar posisimu. Satu-satunya biaya berjalan adalah biaya pengelolaan reksa dananya sendiri, yang dikenakan di dalam reksa dana, bukan oleh Pluang.