Perbedaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan VF Corp: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk diperdagangkan di $12,86 (kapitalisasi pasar $12,75B), sedangkan VF Corp diperdagangkan di $14,92 (kapitalisasi pasar $5,65B). Perbedaan utamanya: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar VF Corp, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memberi dividen lebih tinggi (9,37%). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk selama 0 Hari dan VF Corp selama 64 Hari.
| TLK | VFC | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $12,75B | $5,65B |
Volume | 1.019.905 | 6.542.273 |
Sektor | Media | Consumer Cyclical |
Tertinggi 52 Minggu | $23,43 | $21,55 |
Terendah 52 Minggu | $12,42 | $12,62 |
Rata-rata Waktu Simpan | 0 Hari | 64 Hari |
Nilai Perusahaan | $14,11B | $9,94B |
Imbal Hasil Dividen | 9,37% | 2,5% |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
Saham VFC diperdagangkan di $14.38, turun -0.48% hari ini. Secara teknis, sinyal keseluruhan bullish dengan rata-rata bergerak mendukung, namun osilator netral. Fundamental menunjukkan tantangan dengan pendapatan turun dari $11.8B (2022) menjadi $9.5B (2025) dan laba bersih negatif $189.72M pada 2025, meski margin laba kotor tetap kuat di 54.97%. Analis mayoritas memberi rekomendasi Hold (51.72%) dengan target konsensus $18.33, sementara berita terbaru mencatat volatilitas harga dan penurunan dividen 82%.
Outlook VFC bergantung pada pemulihan merek Vans dan eksekusi turnaround. Valuasi P/S 0.6 menarik, tetapi risiko tinggi dari kinerja kuartalan yang melewatkan ekspektasi dan leverage. Target analis menunjukkan potensi kenaikan 27%, namun investor perlu memantau pertumbuhan pendapatan dan pengurangan utang untuk konfirmasi pemulihan berkelanjutan.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Telkom Indonesia menyediakan layanan seluler, telepon tetap, broadband, dan digital di Indonesia. Bisnisnya mencakup Telkomsel yang melayani pasar seluler di Indonesia.
Selengkapnya di halaman TLK →VF mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan pakaian dan aksesoris bermerek. Kategori pakaian terbesarnya mencakup olahraga, outdoor, dan pakaian kerja. Portofolionya terdiri dari berbagai merek termasuk Vans, The North Face, Timberland, Supreme, dan Dickies. VF memasarkan produknya di Amerika, Eropa, dan Asia-Pasifik melalui penjualan grosir ke peritel, e-commerce, dan toko bermerek yang dimiliki oleh perusahaan dan mitra. VF telah berkembang melalui beberapa akuisisi.
Selengkapnya di halaman VFC →