Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA) vs Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA)

Tunas Baru Lampung Tbk.Trading
Wijaya Karya (Persero) Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Tunas Baru Lampung Tbk. dan Wijaya Karya (Persero) Tbk.: Tunas Baru Lampung Tbk. diperdagangkan di Rp625 (kapitalisasi pasar 3,8 T, volume 24 jam 1,07 jt), sedangkan Wijaya Karya (Persero) Tbk. diperdagangkan di Rp204 (kapitalisasi pasar 8,13 T). Perbedaan utamanya: Wijaya Karya (Persero) Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Tunas Baru Lampung Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

TBLAWIKA
Kapitalisasi Pasar
3,8 T8,13 T
Volume
1,07 jt
Lot
10,69 rb
Perputaran
664,27 jt
Harga Rata-rata
621,51
Nilai Transaksi
664,27 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
625
Volume Ekuilibrium Indikatif
142

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

TBLA
Lihat detail
WIKA
Lihat detail

Tentang Tunas Baru Lampung Tbk.

PT Tunas Baru Lampung Tbk (the Company) was established by virtue of Notarial Deed No. 23 dated December 22, 1973 of Halim Kurniawan, S.H., public notary in Teluk Betung. PT. Tunas Baru Lampung is a member of Sungai Budi Group which was founded in 1947 and is a pioneer in Indonesia`s agricultural industry.

Selengkapnya di halaman TBLA

Tentang Wijaya Karya (Persero) Tbk.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Perseroan) established under Act No. 19 of 1960 jo Government Regulation No. 64 year 1961 on Establishment of State Company/PN Widjaja Karja March 29, 1961. Based on Government Regulation No. 64, the building company previously owned by Dutch named Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. which has been subject to nationalization, was merged into the PN Widjaja Karja.Based on Goverment Regulation No. 40 dated July 22, 1971 PN. Widjaja Karja declared dissolved and transformed into Limited Liability Company (PERSERO).

Selengkapnya di halaman WIKA