Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) vs Wahana Pronatural Tbk. (WAPO)

Super Bank Indonesia Tbk.Trading
Wahana Pronatural Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Super Bank Indonesia Tbk. dan Wahana Pronatural Tbk.: Super Bank Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp600 (kapitalisasi pasar 19,46 T, volume 24 jam 18,82 jt), sedangkan Wahana Pronatural Tbk. diperdagangkan di Rp121 (kapitalisasi pasar 148,91 M, volume 24 jam 441,2 rb). Perbedaan utamanya: Super Bank Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 130,7× kapitalisasi pasar Wahana Pronatural Tbk., dan Super Bank Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (18,82 jt vs 441,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SUPAWAPO
Kapitalisasi Pasar
19,46 T148,91 M
Volume
18,82 jt441,2 rb
Lot
188,15 rb4,41 rb
Perputaran
11,23 M52,88 jt
Harga Rata-rata
596,98119,85
Nilai Transaksi
11,23 M52,88 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
600121
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,23 rb1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SUPA
Lihat detail
WAPO
Lihat detail

Tentang Super Bank Indonesia Tbk.

PT Super Bank Indonesia Tbk. (hereinafter referred to as the Bank) formerly under the name of PT Bank Fama International was established by Deed No. 36 on 5 March 1993, before Notary Herlien, S.H. The Bank has received a license as a commercial bank according to the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 834/KMK.017/1993 dated 11 October 1993.

Selengkapnya di halaman SUPA

Tentang Wahana Pronatural Tbk.

PT Wahana Phonix Mandiri (the Company) Tbk was established on August 7, 1993 under the name PT Golden Phoenix. On January 31, 2000 the Company changed its named to be PT Wahana Phonix Mandiri, Tbk. Deed by making statements shareholders meeting extraordinary No.2 on June 2, 2012 by Wachid Hasyim, notary in Surabaya, the Company name was changed to PT Wahana Pronatural Tbk

Selengkapnya di halaman WAPO