Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sugih Energy Tbk. (SUGI) vs Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE)

Sugih Energy Tbk.Trading
Damai Sejahtera Abadi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sugih Energy Tbk. dan Damai Sejahtera Abadi Tbk.: Sugih Energy Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 1,24 T), sedangkan Damai Sejahtera Abadi Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 423,15 M, volume 24 jam 5,35 jt). Perbedaan utamanya: Sugih Energy Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Damai Sejahtera Abadi Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SUGIUFOE
Kapitalisasi Pasar
1,24 T423,15 M
Volume
5,35 jt
Lot
53,47 rb
Perputaran
805,82 jt
Harga Rata-rata
150,7
Nilai Transaksi
805,82 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
145
Volume Ekuilibrium Indikatif
277

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

UFOE
Lihat detail

Tentang Sugih Energy Tbk.

PT Sugih Energy Tbk was established based on Notarial Deed No. 90, in Jakarta as PT. Saranatama Unimada Gunabina International on March 26th 1990. On 1992, corporate began the operation as sole agent of diesel generator leasing company, Aggreko Benerator, Plc., Australia. On 1997, corporate elected as Daewoo heavy equipments sole agent, but caused of monetary & political crisis in Indonesia, corporate return the agency. On 2000, corporate develope the automotive spare parts distributor business, that was handled by PT. Prima Samapersada (afiliated) which conducted in this business since 1982. On 2001, corporate continued the agency of HINO Truck from PT. Indo Samapersada (afiliated) untill now.

Selengkapnya di halaman SUGI

Tentang Damai Sejahtera Abadi Tbk.

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (the Company) was established in Surabaya based on Notarial Deed No. 46 of Setiawati Sabarudin, S.H., Notary in Surabaya, dated January 29, 2004. The Company’s immediate parent company is PT Damai Sejahtera Lestari, which is ultimately owned by Mr. Pudji Harianto and Mr. Poedji Harixon.

Selengkapnya di halaman UFOE