Perbedaan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF dan Consumer Discretionary Select Sector SPDR Fund: SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF diperdagangkan di $60,77 (kapitalisasi pasar $3,39B), sedangkan Consumer Discretionary Select Sector SPDR Fund diperdagangkan di $112,85 (kapitalisasi pasar $21,89B). Perbedaan utamanya: Consumer Discretionary Select Sector SPDR Fund jauh lebih besar — sekitar 6,5× kapitalisasi pasar SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF, dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF lebih aktif diperdagangkan (349.184 vs 5.690.342). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF selama 64 Hari dan Consumer Discretionary Select Sector SPDR Fund selama 114 Hari.
| SPUS | XLY | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $3,39B | $21,89B |
Volume | 349.184 | 5.690.342 |
Sektor | Broad Market / Factor | — |
Tertinggi 52 Minggu | $61,15 | $124,52 |
Terendah 52 Minggu | $46,65 | $105,64 |
Rata-rata Waktu Simpan | 64 Hari | 114 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
SPUS ETF diperdagangkan di $60.77 dengan penurunan 0.49% hari ini. Sinyal teknis bullish dari moving averages namun RSI menunjukkan kondisi overbought. ETF ini membayar dividen konsisten $0.03 per saham dengan short interest yang meningkat signifikan 174.5% pada September 2026.
Outlook: Potensi bullish jangka pendek didukung momentum teknis, namun kenaikan short interest dan kondisi overbought RSI mengindikasikan risiko koreksi. Dividen stabil memberikan pendapatan tambahan bagi investor jangka panjang.
XLY menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan harga 1,34% menjadi $112,85, didukung sinyal bullish secara keseluruhan meski moving average masih bearish. ETF konsumen diskresioner ini menghadapi tekanan dari underperformance terhadap S&P 500 sepanjang 2026, dengan penurunan lebih dari 7% tahun ini. Analis memberikan konsensus buy 100% meski terdapat risiko inflasi yang mempengaruhi daya beli konsumen.
Outlook XLY bergantung pada ketahanan belanja konsumen di tengah lingkungan inflasi. Peluang muncul dari tren 'funflation' dan pertumbuhan penjualan ritel liburan yang diperkirakan 4,8%, namun risiko utama adalah tekanan inflasi berkelanjutan dan underperformance sektoral terhadap pasar yang lebih luas.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
SPUS melacak indeks berbobot kapitalisasi pasar dari saham-saham S&P 500 yang mematuhi hukum Syariah. ETF ini menyaring perusahaan yang terlibat dalam aktivitas bisnis non-syariah seperti alkohol, tembakau, perjudian, dan keuangan konvensional, serta mengecualikan sektor-sektor seperti Dirgantara & Pertahanan, dan Pemrosesan Data. Dengan berfokus pada saham ber-leverage rendah, SPUS memberikan investor eksposur yang sadar nilai dan selaras secara etika ke portofolio terdiversifikasi dari ekuitas AS berkapitalisasi besar.
Selengkapnya di halaman SPUS →Untuk melacak kinerja indeks, reksa dana indeks ini menginvestasikan sebagian besar, tetapi setidaknya 95%, dari total asetnya dalam sekuritas dari indeks target. Reksa dana indeks ini mencakup perusahaan di industri berikut: ritel; hotel, restoran dan rekreasi; tekstil, pakaian dan barang mewah; barang rumah tangga; mobil; komponen mobil; distributor; produk rekreasi; dan layanan konsumen yang terdiversifikasi. Reksa dana indeks ini tidak terdiversifikasi.
Selengkapnya di halaman XLY →