Perbedaan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF dan Consumer Staples Select Sector SPDR Fund: SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF diperdagangkan di $60,89 (kapitalisasi pasar $3,39B), sedangkan Consumer Staples Select Sector SPDR Fund diperdagangkan di $83,05 (kapitalisasi pasar $13,50B). Perbedaan utamanya: Consumer Staples Select Sector SPDR Fund jauh lebih besar — sekitar 4× kapitalisasi pasar SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF, dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF lebih aktif diperdagangkan (349.184 vs 14.599.953). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF selama 64 Hari dan Consumer Staples Select Sector SPDR Fund selama 72 Hari.
| SPUS | XLP | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $3,39B | $13,50B |
Volume | 349.184 | 14.599.953 |
Sektor | Broad Market / Factor | — |
Tertinggi 52 Minggu | $61,15 | $90,00 |
Terendah 52 Minggu | $46,65 | $75,61 |
Rata-rata Waktu Simpan | 64 Hari | 72 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
SPUS diperdagangkan pada $61,07 dengan penurunan harian ringan -0,13%. Sinyal teknis keseluruhan bullish didukung oleh moving averages, meski osilator menunjukkan tekanan jual dengan RSI mendekati zona jenuh beli. ETF ini membayar dividen konsisten $0,03 per saham dengan jadwal reguler hingga September 2026, menarik bagi investor yang mencari pendapatan.
Outlook SPUS didukung momentum teknis bullish namun menghadapi risiko dari peningkatan short interest yang signifikan. Potensi kenaikan terbatas oleh level resistance di $62, sementara fundamental terbatas karena sifatnya sebagai ETF yang melacak indeks S&P 500 dengan kriteria syariah.
XLP (Consumer Staples Select Sector SPDR ETF) diperdagangkan pada $81.7, turun 0.09% dalam 24 jam. Sinyal teknis secara keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual, sementara osilator netral. Analis sepakat membeli dengan 100% rating buy. ETF ini menawarkan eksposur defensif ke sektor consumer staples dengan rasio biaya rendah 0.08% dan kinerja relatif kuat di tengah volatilitas pasar.
Outlook untuk XLP didukung oleh sifat defensif sektor consumer staples di lingkungan ekonomi yang tidak pasti, dengan potensi dividen yang menarik. Risiko utama termasuk tekanan suku bunga yang lebih tinggi yang dapat mengurangi daya tarik saham dividen dan perlambatan belanja konsumen. Kinerja teknis yang lemah memerlukan pemantauan level support kunci.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
SPUS melacak indeks berbobot kapitalisasi pasar dari saham-saham S&P 500 yang mematuhi hukum Syariah. ETF ini menyaring perusahaan yang terlibat dalam aktivitas bisnis non-syariah seperti alkohol, tembakau, perjudian, dan keuangan konvensional, serta mengecualikan sektor-sektor seperti Dirgantara & Pertahanan, dan Pemrosesan Data. Dengan berfokus pada saham ber-leverage rendah, SPUS memberikan investor eksposur yang sadar nilai dan selaras secara etika ke portofolio terdiversifikasi dari ekuitas AS berkapitalisasi besar.
Selengkapnya di halaman SPUS →Untuk melacak kinerja indeks, reksa dana indeks ini menginvestasikan sebagian besar, tetapi setidaknya 95%, dari total asetnya dalam sekuritas dari indeks target. Reksa dana indeks ini mencakup perusahaan yang telah diidentifikasi sebagai perusahaan FMCG oleh GICS®. Reksa dana indeks ini tidak terdiversifikasi.
Selengkapnya di halaman XLP →