Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE) vs Timah Tbk. (TINS)

Soraya Berjaya Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Soraya Berjaya Indonesia Tbk. dan Timah Tbk.: Soraya Berjaya Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp86 (kapitalisasi pasar 71,2 M, volume 24 jam 362,9 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.720 (kapitalisasi pasar 28,6 T, volume 24 jam 39,78 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 401,7× kapitalisasi pasar Soraya Berjaya Indonesia Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (39,78 jt vs 362,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SPRETINS
Kapitalisasi Pasar
71,2 M28,6 T
Volume
362,9 rb39,78 jt
Lot
3,63 rb397,78 rb
Perputaran
31,27 jt148,69 M
Harga Rata-rata
86,163.737,96
Nilai Transaksi
31,27 jt148,69 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
863.720
Volume Ekuilibrium Indikatif
32417,96 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SPRE
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Soraya Berjaya Indonesia Tbk.

PT. Soraya Berjaya Indonesia (Company) was established based on Deed No. 05 dated March 05, 2015 by Notary Martalena, S.H., in Padang. Perseroan memulai kegiatan komersilnya pada tahun 2015. dengan mengoperasikan menggunakan merek dagang Soraya Bed Sheet.

Selengkapnya di halaman SPRE

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS