Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Suparma Tbk. (SPMA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Suparma Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Suparma Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Suparma Tbk. diperdagangkan di Rp172 (kapitalisasi pasar 701,15 M, volume 24 jam 378 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp71 (kapitalisasi pasar 1,2 T, volume 24 jam 73,28 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (73,28 jt vs 378 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SPMASQMI
Kapitalisasi Pasar
701,15 M1,2 T
Volume
378 rb73,28 jt
Lot
3,78 rb732,81 rb
Perputaran
64,09 jt5,26 M
Harga Rata-rata
169,5471,78
Nilai Transaksi
64,09 jt5,26 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
17171
Volume Ekuilibrium Indikatif
30013,58 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SPMA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Suparma Tbk.

PT Suparma Tbk (Entity) was established under the Domestic Capital Investment Law No. 6 of 1968 as amended by Law No. 12 of 1970 based on the Notarial Deed No. 29 of Tjahjadi Hartanto, S.H., on August 25, 1976. The Entity's name, PT Supar Inpama was changed to PT Suparma based in the Notarial Deed No. 5 dated December 7, 1978 of the same notary.

Selengkapnya di halaman SPMA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI