Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Surya Biru Murni Acetylene Tbk. (SBMA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Surya Biru Murni Acetylene Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Surya Biru Murni Acetylene Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Surya Biru Murni Acetylene Tbk. diperdagangkan di Rp111 (kapitalisasi pasar 101,36 M, volume 24 jam 1,37 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 1,55 T, volume 24 jam 181,17 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 15,3× kapitalisasi pasar Surya Biru Murni Acetylene Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (181,17 jt vs 1,37 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SBMASQMI
Kapitalisasi Pasar
101,36 M1,55 T
Volume
1,37 jt181,17 jt
Lot
13,68 rb1,81 jt
Perputaran
148,72 jt17,89 M
Harga Rata-rata
108,6898,73
Nilai Transaksi
148,72 jt17,89 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
11199
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,25 rb37,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SBMA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Surya Biru Murni Acetylene Tbk.

PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (the Company) was established in Balikpapan based on Notarial Deed No. 57 of Mohamad Rasjid Umar, S.H., dated October 25, 1980. The Company started its commercial operations in 1982.

Selengkapnya di halaman SBMA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI