Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) vs Timah Tbk. (TINS)

Satria Antaran Prima Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Satria Antaran Prima Tbk. dan Timah Tbk.: Satria Antaran Prima Tbk. diperdagangkan di Rp505 (kapitalisasi pasar 338,33 M, volume 24 jam 8,96 jt), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp4.740 (kapitalisasi pasar 34,63 T, volume 24 jam 55,06 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 102,4× kapitalisasi pasar Satria Antaran Prima Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (55,06 jt vs 8,96 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SAPXTINS
Kapitalisasi Pasar
338,33 M34,63 T
Volume
8,96 jt55,06 jt
Lot
89,58 rb550,59 rb
Perputaran
4,43 M257,35 M
Harga Rata-rata
494,824.673,99
Nilai Transaksi
4,43 M257,35 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
5054.740
Volume Ekuilibrium Indikatif
5820,88 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SAPX
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Satria Antaran Prima Tbk.

PT Satria Antaran Prima Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 1 ofBambang Sularso, S.H., dated July 1, 2014, notary in Jakarta.

Selengkapnya di halaman SAPX

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS