Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) vs Timah Tbk. (TINS)

Saraswanti Anugerah Makmur Tbk.Trading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. dan Timah Tbk.: Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. diperdagangkan di Rp280 (kapitalisasi pasar 2,89 T, volume 24 jam 75,7 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.550 (kapitalisasi pasar 26,59 T, volume 24 jam 44,42 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,2× kapitalisasi pasar Saraswanti Anugerah Makmur Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (44,42 jt vs 75,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

SAMFTINS
Kapitalisasi Pasar
2,89 T26,59 T
Volume
75,7 rb44,42 jt
Lot
757444,24 rb
Perputaran
21,14 jt158,92 M
Harga Rata-rata
279,313.577,34
Nilai Transaksi
21,14 jt158,92 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2763.550
Volume Ekuilibrium Indikatif
13412,06 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

SAMF
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Saraswanti Anugerah Makmur Tbk.

PT. Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (the Company) was established based on the Notarial Deed of Titiek Lintang Trenggonowati, S.H., No.15 dated June 18, 1998, notary in Surabaya.

Selengkapnya di halaman SAMF

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS