Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pikko Land Development Tbk. (RODA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Pikko Land Development Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pikko Land Development Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Pikko Land Development Tbk. diperdagangkan di Rp64 (kapitalisasi pasar 869,9 M, volume 24 jam 14,09 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp71 (kapitalisasi pasar 1,2 T, volume 24 jam 73,28 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (73,28 jt vs 14,09 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

RODASQMI
Kapitalisasi Pasar
869,9 M1,2 T
Volume
14,09 jt73,28 jt
Lot
140,95 rb732,81 rb
Perputaran
892,81 jt5,26 M
Harga Rata-rata
63,3471,78
Nilai Transaksi
892,81 jt5,26 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
6471
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,59 rb13,58 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

RODA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Pikko Land Development Tbk.

PT Pikko Land Development Tbk (formerly PT Royal Oak Development Asia) was established called PT Roda Panggon Harapan based on notarial deed No.83 dated October 15, 1984 of Benny Kristianto, S.H., a public notary in Jakarta. The Company business is in property development, where most of its project located around Jakarta & Tanggerang. One of the biggest project is Simprug Estate in Poris, Tanggerang.

Selengkapnya di halaman RODA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI