Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Abadi Lestari Indonesia Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.730 (kapitalisasi pasar 10,41 T, volume 24 jam 1,29 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp71 (kapitalisasi pasar 1,2 T, volume 24 jam 73,28 jt). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 8,7× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (73,28 jt vs 1,29 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

RLCOSQMI
Kapitalisasi Pasar
10,41 T1,2 T
Volume
1,29 jt73,28 jt
Lot
12,9 rb732,81 rb
Perputaran
4,67 M5,26 M
Harga Rata-rata
3.617,0471,78
Nilai Transaksi
4,67 M5,26 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.73071
Volume Ekuilibrium Indikatif
14213,58 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

RLCO
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI