Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. (RELI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp484 (kapitalisasi pasar 874,8 M, volume 24 jam 7,8 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.550 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 261,6 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 16,5× kapitalisasi pasar Reliance Sekuritas Indonesia Tbk., dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (261,6 rb vs 7,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

RELIRLCO
Kapitalisasi Pasar
874,8 M14,41 T
Volume
7,8 rb261,6 rb
Lot
782,62 rb
Perputaran
3,69 jt1,19 M
Harga Rata-rata
472,924.553,49
Nilai Transaksi
3,69 jt1,19 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.600
Volume Ekuilibrium Indikatif
100

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

RELI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

PT. Reliance Securities (the company) was established under its original name of Istethmar Finas Securities on 22 Feb 1993 then changed to PT Ludlow Securities on 13 Sep 1999. According with Notaries deed on 28 March 2003 company's name changed to PT Reliance Securities. And the company's name changed to PT Reliance Securities Tbk on 19 May 2005 with amended the articles of association no 19 dated 14 April 2005.

Selengkapnya di halaman RELI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO