Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. (RELI) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp500 (kapitalisasi pasar 896,4 M, volume 24 jam 42,2 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.730 (kapitalisasi pasar 10,41 T, volume 24 jam 1,29 jt). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 11,6× kapitalisasi pasar Reliance Sekuritas Indonesia Tbk., dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,29 jt vs 42,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

RELIRLCO
Kapitalisasi Pasar
896,4 M10,41 T
Volume
42,2 rb1,29 jt
Lot
42212,9 rb
Perputaran
20,32 jt4,67 M
Harga Rata-rata
481,523.617,04
Nilai Transaksi
20,32 jt4,67 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.730
Volume Ekuilibrium Indikatif
142

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

RELI
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

PT. Reliance Securities (the company) was established under its original name of Istethmar Finas Securities on 22 Feb 1993 then changed to PT Ludlow Securities on 13 Sep 1999. According with Notaries deed on 28 March 2003 company's name changed to PT Reliance Securities. And the company's name changed to PT Reliance Securities Tbk on 19 May 2005 with amended the articles of association no 19 dated 14 April 2005.

Selengkapnya di halaman RELI

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO