Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Rukun Raharja Tbk. (RAJA) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Rukun Raharja Tbk.Trading
Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Rukun Raharja Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Rukun Raharja Tbk. diperdagangkan di Rp820 (kapitalisasi pasar 17,23 T, volume 24 jam 73,86 jt), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Rukun Raharja Tbk. jauh lebih besar — sekitar 165× kapitalisasi pasar Organon Pharma Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

RAJASCPI
Kapitalisasi Pasar
17,23 T104,4 M
Volume
73,86 jt
Lot
738,58 rb
Perputaran
60,72 M
Harga Rata-rata
822,17
Nilai Transaksi
60,72 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
820
Volume Ekuilibrium Indikatif
19,57 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

RAJA
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Rukun Raharja Tbk.

PT Rukun Raharja (the company) was established by deed No. 290 dated December 24, 1993 were made before Ir. Rusli, S.H., and amended by deed No. 163 dated February 19, 1994 which made Kristianto, S.H., notary in Jakarta.On Jan 2003, the company offered 120.000.000 stock and 84.000.000 warrant through the Surabaya Stock Exchange with par value of Rp 100 and offering price Rp 110.The Company started its commercial operations on Jan 2002 with early main bussines in property.

Selengkapnya di halaman RAJA

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI