Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Petrosea Tbk. (PTRO) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Petrosea Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Petrosea Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Petrosea Tbk. diperdagangkan di Rp4.640 (kapitalisasi pasar 45,08 T, volume 24 jam 18,22 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp70 (kapitalisasi pasar 1,1 T, volume 24 jam 5,22 jt). Perbedaan utamanya: Petrosea Tbk. jauh lebih besar — sekitar 41× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Petrosea Tbk. lebih aktif diperdagangkan (18,22 jt vs 5,22 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PTROSQMI
Kapitalisasi Pasar
45,08 T1,1 T
Volume
18,22 jt5,22 jt
Lot
182,16 rb52,22 rb
Perputaran
83,52 M370,48 jt
Harga Rata-rata
4.585,0970,95
Nilai Transaksi
83,52 M370,48 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.50072
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,33 rb1,61 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PTRO
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Petrosea Tbk.

PT Petrosea Tbk (yhe Company) was established under Notarial Deed No.75, dated February 21, 1972, of Djojo Muljadi, LLM, Public Notary in Jakarta, within the framework of the Foreign Capital Investment Law of 1967. PT Petrosea operates in engineering construction and contract mining services. The major shares were taken over by Clough Engineering Group of Australia in 1984.

Selengkapnya di halaman PTRO

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI