Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Straits Tbk. (PTIS) vs Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE)

Indo Straits Tbk.Trading
Damai Sejahtera Abadi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Straits Tbk. dan Damai Sejahtera Abadi Tbk.: Indo Straits Tbk. diperdagangkan di Rp270 (kapitalisasi pasar 149,64 M, volume 24 jam 147,4 rb), sedangkan Damai Sejahtera Abadi Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 399,96 M, volume 24 jam 3,1 jt). Perbedaan utamanya: Damai Sejahtera Abadi Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Indo Straits Tbk., dan Damai Sejahtera Abadi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,1 jt vs 147,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PTISUFOE
Kapitalisasi Pasar
149,64 M399,96 M
Volume
147,4 rb3,1 jt
Lot
1,47 rb31 rb
Perputaran
39,56 jt430,17 jt
Harga Rata-rata
268,4138,78
Nilai Transaksi
39,56 jt430,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
270145
Volume Ekuilibrium Indikatif
711,5 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PTIS
Lihat detail
UFOE
Lihat detail

Tentang Indo Straits Tbk.

PT Indo Straits (the "Company") was established based on Notarial Deed No 319 of Ridwan SH, dated January 21, 1985. The Company's Articles of Association have been amended several times. The latest amendment was based on Notarial Deed No. 4 of Leolin Jayanti SH dated March 8, 2011 pertaining of change composition of the Company's board of Commissioners and Boards of Directors, issuance of new share to be offered to the public in the Initial Public Offering, and amendment of the Article of Association of the Company to become a public entity.

Selengkapnya di halaman PTIS

Tentang Damai Sejahtera Abadi Tbk.

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (the Company) was established in Surabaya based on Notarial Deed No. 46 of Setiawati Sabarudin, S.H., Notary in Surabaya, dated January 29, 2004. The Company’s immediate parent company is PT Damai Sejahtera Lestari, which is ultimately owned by Mr. Pudji Harianto and Mr. Poedji Harixon.

Selengkapnya di halaman UFOE