Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Straits Tbk. (PTIS) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Indo Straits Tbk.Trading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Straits Tbk. dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Indo Straits Tbk. diperdagangkan di Rp260 (kapitalisasi pasar 145,24 M, volume 24 jam 15,1 rb), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp190 (kapitalisasi pasar 277,25 M, volume 24 jam 3,41 jt). Perbedaan utamanya: Kian Santang Muliatama Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,41 jt vs 15,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PTISRGAS
Kapitalisasi Pasar
145,24 M277,25 M
Volume
15,1 rb3,41 jt
Lot
15134,08 rb
Perputaran
3,89 jt647,52 jt
Harga Rata-rata
257,56190
Nilai Transaksi
3,89 jt647,52 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
264190
Volume Ekuilibrium Indikatif
19,7 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PTIS
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Indo Straits Tbk.

PT Indo Straits (the "Company") was established based on Notarial Deed No 319 of Ridwan SH, dated January 21, 1985. The Company's Articles of Association have been amended several times. The latest amendment was based on Notarial Deed No. 4 of Leolin Jayanti SH dated March 8, 2011 pertaining of change composition of the Company's board of Commissioners and Boards of Directors, issuance of new share to be offered to the public in the Initial Public Offering, and amendment of the Article of Association of the Company to become a public entity.

Selengkapnya di halaman PTIS

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS