Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) vs Timah Tbk. (TINS)

Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. dan Timah Tbk.: Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. diperdagangkan di Rp865 (kapitalisasi pasar 2,52 T, volume 24 jam 5,5 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.720 (kapitalisasi pasar 28,6 T, volume 24 jam 39,78 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 11,3× kapitalisasi pasar Nusantara Pelabuhan Handal Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (39,78 jt vs 5,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PORTTINS
Kapitalisasi Pasar
2,52 T28,6 T
Volume
5,5 rb39,78 jt
Lot
55397,78 rb
Perputaran
4,91 jt148,69 M
Harga Rata-rata
892,453.737,96
Nilai Transaksi
4,91 jt148,69 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.720
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,96 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PORT
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (formerly PT Kharisma Mutiara Agung) (the Company) was established dated December 29, 2003 in accordance with Notarial Deed No. 8 of Periasman Effendi, S.H. PT Episenta Utama Investasi is the Company's parent entity which is indirectly controlled by Garibaldi Thohir.

Selengkapnya di halaman PORT

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS