Perbedaan Philip Morris International Inc. dan Pacer Data & Infra Real Estate ETF: Philip Morris International Inc. diperdagangkan di $186,66 (kapitalisasi pasar $287,92B), sedangkan Pacer Data & Infra Real Estate ETF diperdagangkan di $30,7. Perbedaan utamanya: Philip Morris International Inc. membagikan dividen 3,18%, sedangkan Pacer Data & Infra Real Estate ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| PM | SRVR | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $287,92B | — |
Sektor | Consumer Staples | Sector/Thematic |
Tertinggi 52 Minggu | $200,17 | $35,74 |
Terendah 52 Minggu | $144,33 | $28,54 |
Nilai Perusahaan | $331,04B | — |
Imbal Hasil Dividen | 3,18% | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham PM diperdagangkan di $185.71, naik 1.74% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bearish namun fundamental yang kuat. Pendapatan tumbuh dari $31.8B (2022) menjadi $40.65B (2025), dengan margin laba bersih 25.56%. Perusahaan menghadapi tekanan margin dari biaya energi dan penurunan nilai $500 juta di Kanada, namun analis mayoritas merekomendasikan beli dengan target konsensus $211.17.
Outlook jangka panjang positif didukung pertumbuhan pendapatan dan brand IQOS yang kuat, namun risiko utama termasuk volatilitas mata uang, tekanan regulasi, dan persaingan pasar gelap. Saham menawarkan potensi apresiasi 13.7% menuju target konsensus, cocok untuk investor yang toleran terhadap risiko sektor tembakau.
Belum ada sinyal Aura AI.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Philip Morris International adalah perusahaan tembakau internasional dengan portofolio produk yang terutama terdiri dari rokok dan produk dengan risiko rendah, termasuk produk heat-not-burn, vapor, dan nikotin oral, yang terjual di luar pasar Amerika Serikat. Perusahaan ini melakukan diversifikasi dari produk nikotin dengan mengakuisisi Vectura, penyedia solusi pengiriman obat inhalasi yang inovatif di tahun 2021.
Selengkapnya di halaman PM →Pacer Data & Infra Real Estate ETF bertujuan memberikan eksposur ke perusahaan real estat yang memiliki aset infrastruktur digital. Kepemilikannya dapat mencakup pusat data, menara seluler, jaringan serat optik, dan real estat terkait konektivitas.
Selengkapnya di halaman SRVR →