Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Pembangunan Jaya Ancol Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pembangunan Jaya Ancol Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Pembangunan Jaya Ancol Tbk. diperdagangkan di Rp470 (kapitalisasi pasar 748,8 M, volume 24 jam 195,5 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 1,55 T, volume 24 jam 181,17 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Pembangunan Jaya Ancol Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (181,17 jt vs 195,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PJAASQMI
Kapitalisasi Pasar
748,8 M1,55 T
Volume
195,5 rb181,17 jt
Lot
1,96 rb1,81 jt
Perputaran
90,23 jt17,89 M
Harga Rata-rata
461,5498,73
Nilai Transaksi
90,23 jt17,89 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
46499
Volume Ekuilibrium Indikatif
137,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PJAA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

PT Pembangunan Jaya Ancol (Company) was established base on notarial deed No. 33 of Achmad Abid SH, dated July 10, 1992. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 13 of Mrs. Aulia Taufani, S.H., dated April 01, 2004.

Selengkapnya di halaman PJAA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI