Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. (PGLI) vs Timah Tbk. (TINS)

Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.Trading
Timah Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. dan Timah Tbk.: Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk. diperdagangkan di Rp196 (kapitalisasi pasar 95,16 M, volume 24 jam 39,5 rb), sedangkan Timah Tbk. diperdagangkan di Rp3.630 (kapitalisasi pasar 26,44 T, volume 24 jam 8,83 jt). Perbedaan utamanya: Timah Tbk. jauh lebih besar — sekitar 277,8× kapitalisasi pasar Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk., dan Timah Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,83 jt vs 39,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PGLITINS
Kapitalisasi Pasar
95,16 M26,44 T
Volume
39,5 rb8,83 jt
Lot
39588,31 rb
Perputaran
7,7 jt31,86 M
Harga Rata-rata
195,013.608,41
Nilai Transaksi
7,7 jt31,86 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1983.570
Volume Ekuilibrium Indikatif
21,82 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PGLI
Lihat detail
TINS
Lihat detail

Tentang Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.

PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (the Company) was established on Notarial Deed No. 02 dated March 3, 1994 of Mutiara Sahat Purnama Magelina Marpaung, S.H.

Selengkapnya di halaman PGLI

Tentang Timah Tbk.

PT Timah Tbk (Company) was officially establish by Imas Fatimah, SH by Notarial Deed No.1 dated 2 August 1976. The Company represents a merger of three Dutch Mining companies with operations in Indonesia. The Company’s registration statement in offer 50.330.000 new B class shares at par value of Rp. 500 per share in Indonesia was effective on 27 September 1995. In relation to the offering the new shares, the Government of the Republic of Indonesia also offered 125,825,000 B class shares which were represented by 12,582,500 GDR (each GDR representing 10 B class shares) to the public outside Indonesia. Gross profit for 1999 stand at Rp 751 billion, a figure 45% lower than that achieved in 1998, when gross profits reached Rp 1,362 billion.

Selengkapnya di halaman TINS