Perbedaan Perusahaan Gas Negara Tbk. dan Wahana Pronatural Tbk.: Perusahaan Gas Negara Tbk. diperdagangkan di Rp1.540 (kapitalisasi pasar 36,36 T, volume 24 jam 48,58 jt), sedangkan Wahana Pronatural Tbk. diperdagangkan di Rp121 (kapitalisasi pasar 148,91 M, volume 24 jam 441,2 rb). Perbedaan utamanya: Perusahaan Gas Negara Tbk. jauh lebih besar — sekitar 244,2× kapitalisasi pasar Wahana Pronatural Tbk., dan Perusahaan Gas Negara Tbk. lebih aktif diperdagangkan (48,58 jt vs 441,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| PGAS | WAPO | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | 36,36 T | 148,91 M |
Volume | 48,58 jt | 441,2 rb |
Lot | 485,84 rb | 4,41 rb |
Perputaran | 73,96 M | 52,88 jt |
Harga Rata-rata | 1.522,28 | 119,85 |
Nilai Transaksi | 73,96 M | 52,88 jt |
Harga Ekuilibrium Indikatif | 1.540 | 121 |
Volume Ekuilibrium Indikatif | 28,5 rb | 1 |
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) (the company) originated from a private Dutch company named Firma L.J.N Eindhoven & Co. Gravenhage, which was established in 1859. The company was named NV. Netherland Indische Gaz Maatscapij when the Dutch took control in 1950. In 1958, when Government of Indonesia took over company, the name was changed to Badan Pengambil Alih Perusahaan-perusahaan Listrik dan Gas (BP3LG), and then became BPU-PLN in 1961. On May 13, 1965, the company was established as a state company and known as PN Gas. In 1984, PN Gas converted into public service enterprices (perum) under the name of Perum Gas. And in 1996 the status of company was changed to PT Perusahaan Gas Negara (Persero).
Selengkapnya di halaman PGAS →PT Wahana Phonix Mandiri (the Company) Tbk was established on August 7, 1993 under the name PT Golden Phoenix. On January 31, 2000 the Company changed its named to be PT Wahana Phonix Mandiri, Tbk. Deed by making statements shareholders meeting extraordinary No.2 on June 2, 2012 by Wachid Hasyim, notary in Surabaya, the Company name was changed to PT Wahana Pronatural Tbk
Selengkapnya di halaman WAPO →