Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Phapros Tbk. (PEHA) vs Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO)

Phapros Tbk.Trading
Bahtera Bumi Raya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Phapros Tbk. dan Bahtera Bumi Raya Tbk.: Phapros Tbk. diperdagangkan di Rp254 (kapitalisasi pasar 220,08 M, volume 24 jam 204,7 rb), sedangkan Bahtera Bumi Raya Tbk. diperdagangkan di Rp690 (kapitalisasi pasar 553,12 M, volume 24 jam 223,8 rb). Perbedaan utamanya: Bahtera Bumi Raya Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Phapros Tbk., dan Bahtera Bumi Raya Tbk. lebih aktif diperdagangkan (223,8 rb vs 204,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PEHAPGJO
Kapitalisasi Pasar
220,08 M553,12 M
Volume
204,7 rb223,8 rb
Lot
2,05 rb2,24 rb
Perputaran
52,61 jt148,83 jt
Harga Rata-rata
256,99665
Nilai Transaksi
52,61 jt148,83 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
690
Volume Ekuilibrium Indikatif
73

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PEHA
Lihat detail
PGJO
Lihat detail

Tentang Phapros Tbk.

PT Phapros Tbk was established under the name of N.V. Pharmaceutical Processing Industries, in short N.V. Phapros, based on Notarial Deed No 54 of Tan A Sioe dated 21 June 1954, which later became PT Pharmaceutical Processing Industries, in short PT Phapros based on Notarial Deed No.43 of E. Pondaag, replacing R.M. Soerojo, dated 5 September 1995, which finally became PT Phapros based on Notarial Deed No. 48 of Prof. Dr. Liliana Tedjosaputro, S.H., M.H., MM., dated 12 April 2006. The Company’s immediate and ultimate parent entity is PT Rajawali Nusantara Indonesia, incorporatedand domiciled in Indonesia.

Selengkapnya di halaman PEHA

Tentang Bahtera Bumi Raya Tbk.

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 22 dated February 20, 2017 of Argo Wahyu Jati, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang Selatan. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman PGJO