Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Paramita Bangun Sarana Tbk. (PBSA) vs Rig Tenders Indonesia Tbk. (RIGS)

Paramita Bangun Sarana Tbk.Trading
Rig Tenders Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Paramita Bangun Sarana Tbk. dan Rig Tenders Indonesia Tbk.: Paramita Bangun Sarana Tbk. diperdagangkan di Rp750 (kapitalisasi pasar 2,28 T, volume 24 jam 994 rb), sedangkan Rig Tenders Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp705 (kapitalisasi pasar 426,39 M, volume 24 jam 36,2 rb). Perbedaan utamanya: Paramita Bangun Sarana Tbk. jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Rig Tenders Indonesia Tbk., dan Paramita Bangun Sarana Tbk. lebih aktif diperdagangkan (994 rb vs 36,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

PBSARIGS
Kapitalisasi Pasar
2,28 T426,39 M
Volume
994 rb36,2 rb
Lot
9,94 rb362
Perputaran
754,23 jt25,16 jt
Harga Rata-rata
758,78695,12
Nilai Transaksi
754,23 jt25,16 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
750
Volume Ekuilibrium Indikatif
56

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

PBSA
Lihat detail
RIGS
Lihat detail

Tentang Paramita Bangun Sarana Tbk.

PT. Paramita Bangun Sarana Tbk (the Company) was established based on the Notarial Deed No. 33 of Lenny Janis Ishak, S.H., dated November 27, 2002.

Selengkapnya di halaman PBSA

Tentang Rig Tenders Indonesia Tbk.

PT Rig Tenders Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967, as amended by Law No. 11 year 1970, based on Notarial Deed of Mrs. Darwani Sidi Bakaroedin, S.H. No. 25 dated 22 January 1974, which was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia in his Decision Letter No. Y.A. 5/98/10, dated 1 April 1974, and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 39 dated 14 May 1974, Supplement No. 187/1974. PT. Rigs Tenders Indonesia provides shipping services for the offshore oil and gas industry in Indonesia waters. Supported by a fleet of 23 vessels since 1988.

Selengkapnya di halaman RIGS