Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Optima Prima Metal Sinergi Tbk.Trading
Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Optima Prima Metal Sinergi Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Optima Prima Metal Sinergi Tbk. diperdagangkan di Rp116 (kapitalisasi pasar 117 M, volume 24 jam 1,77 jt), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Optima Prima Metal Sinergi Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

OPMSSCPI
Kapitalisasi Pasar
117 M104,4 M
Volume
1,77 jt
Lot
17,7 rb
Perputaran
201,34 jt
Harga Rata-rata
113,78
Nilai Transaksi
201,34 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
116
Volume Ekuilibrium Indikatif
11

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

OPMS
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Optima Prima Metal Sinergi Tbk.

PT. Optima Prima Metal Sinergi Tbk (the Company) was established under the name of PT Asian Prima Indosteel based on Notarial Deed No. 02 of Gema Bismantak, S.H., M.Kn. dated September 5, 2012. PT Asian Perkasa Indosteel, a company incorporated in Surabaya, is the immediate and ultimate parent of the Company. The Company started its commercial operation in 2012.

Selengkapnya di halaman OPMS

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI