Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Indonesia Prima Property TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesia Prima Property Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Indonesia Prima Property Tbk diperdagangkan di Rp1.160 (kapitalisasi pasar 3,84 T, volume 24 jam 275 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.730 (kapitalisasi pasar 10,41 T, volume 24 jam 1,29 jt). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Indonesia Prima Property Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,29 jt vs 275 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

OMRERLCO
Kapitalisasi Pasar
3,84 T10,41 T
Volume
275 rb1,29 jt
Lot
2,75 rb12,9 rb
Perputaran
321,21 jt4,67 M
Harga Rata-rata
1.168,033.617,04
Nilai Transaksi
321,21 jt4,67 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.1603.730
Volume Ekuilibrium Indikatif
62142

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

OMRE
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Indonesia Prima Property Tbk

PT Indonesia Prima Property Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970 based on notarial deed No. 31 dated April 23, 1983 of Sastra Kosasih, S.H., notary in Surabaya. PT Ometraco Realty, is a member of the Ometraco Group. The company operates in developing and managing apartments, office properties, hotels and shopping centers.

Selengkapnya di halaman OMRE

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO