Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) vs Singaraja Putra Tbk. (SINI)

Pelat Timah Nusantara Tbk.Trading
Singaraja Putra Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelat Timah Nusantara Tbk. dan Singaraja Putra Tbk.: Pelat Timah Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp197 (kapitalisasi pasar 492,05 M, volume 24 jam 3,66 jt), sedangkan Singaraja Putra Tbk. diperdagangkan di Rp6.325 (kapitalisasi pasar 6,43 T, volume 24 jam 3,17 jt). Perbedaan utamanya: Singaraja Putra Tbk. jauh lebih besar — sekitar 13,1× kapitalisasi pasar Pelat Timah Nusantara Tbk., dan Pelat Timah Nusantara Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,66 jt vs 3,17 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

NIKLSINI
Kapitalisasi Pasar
492,05 M6,43 T
Volume
3,66 jt3,17 jt
Lot
36,64 rb31,66 rb
Perputaran
716,64 jt19,21 M
Harga Rata-rata
195,616.066,8
Nilai Transaksi
716,64 jt19,21 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1976.325
Volume Ekuilibrium Indikatif
14972

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

NIKL
Lihat detail
SINI
Lihat detail

Tentang Pelat Timah Nusantara Tbk.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (PT Latinusa) was the first company in Indonesia that produces high-quality tinplate with international standards. PT Latinusa was founded on August 19, 1982 under the Company Act No.45, drawn up before Imas Fatimah, SH, and the current majority shareholder is the Japanese consortium consisting of Nippon Steel Corporation, Mitsui Co.. Ltd.., Nippon Steel Trading Co.., And Metal One. Nippon Steel Corporation is also the provider of our main raw material, Tin Mill Black Plate (TMBP), so the availability of raw materials is always guaranteed.

Selengkapnya di halaman NIKL

Tentang Singaraja Putra Tbk.

PT Singaraja Putra Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 52 dated November 23, 2005 of Notary Sri Herawati Anwar Effendi, S.H. The Company commenced commercialoperations in 2006.

Selengkapnya di halaman SINI