Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) vs Graha Mitra Asia Tbk. (RELF)

Pelat Timah Nusantara Tbk.Trading
Graha Mitra Asia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelat Timah Nusantara Tbk. dan Graha Mitra Asia Tbk.: Pelat Timah Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp190 (kapitalisasi pasar 489,53 M, volume 24 jam 2,03 jt), sedangkan Graha Mitra Asia Tbk. diperdagangkan di Rp34 (kapitalisasi pasar 200,47 M, volume 24 jam 6,25 jt). Perbedaan utamanya: Pelat Timah Nusantara Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Graha Mitra Asia Tbk., dan Graha Mitra Asia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (6,25 jt vs 2,03 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

NIKLRELF
Kapitalisasi Pasar
489,53 M200,47 M
Volume
2,03 jt6,25 jt
Lot
20,31 rb62,54 rb
Perputaran
389,05 jt209,23 jt
Harga Rata-rata
191,5233,45
Nilai Transaksi
389,05 jt209,23 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
19034
Volume Ekuilibrium Indikatif
2415 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

NIKL
Lihat detail
RELF
Lihat detail

Tentang Pelat Timah Nusantara Tbk.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (PT Latinusa) was the first company in Indonesia that produces high-quality tinplate with international standards. PT Latinusa was founded on August 19, 1982 under the Company Act No.45, drawn up before Imas Fatimah, SH, and the current majority shareholder is the Japanese consortium consisting of Nippon Steel Corporation, Mitsui Co.. Ltd.., Nippon Steel Trading Co.., And Metal One. Nippon Steel Corporation is also the provider of our main raw material, Tin Mill Black Plate (TMBP), so the availability of raw materials is always guaranteed.

Selengkapnya di halaman NIKL

Tentang Graha Mitra Asia Tbk.

PT Graha Mitra Asia Tbk (hereinafter referred to as the "Company") was established based on Deed No. 15 dated 17 April 2018 issued by Notary Susi Aprilina, SH MKn. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman RELF