Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) vs Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP)

Pelat Timah Nusantara Tbk.Trading
Panca Mitra Multiperdana Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelat Timah Nusantara Tbk. dan Panca Mitra Multiperdana Tbk.: Pelat Timah Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp224 (kapitalisasi pasar 595,51 M, volume 24 jam 9,73 jt), sedangkan Panca Mitra Multiperdana Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 129,42 M). Perbedaan utamanya: Pelat Timah Nusantara Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Panca Mitra Multiperdana Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

NIKLPMMP
Kapitalisasi Pasar
595,51 M129,42 M
Volume
9,73 jt
Lot
97,35 rb
Perputaran
2,21 M
Harga Rata-rata
227,38
Nilai Transaksi
2,21 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
224
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,27 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

NIKL
Lihat detail
PMMP
Lihat detail

Tentang Pelat Timah Nusantara Tbk.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (PT Latinusa) was the first company in Indonesia that produces high-quality tinplate with international standards. PT Latinusa was founded on August 19, 1982 under the Company Act No.45, drawn up before Imas Fatimah, SH, and the current majority shareholder is the Japanese consortium consisting of Nippon Steel Corporation, Mitsui Co.. Ltd.., Nippon Steel Trading Co.., And Metal One. Nippon Steel Corporation is also the provider of our main raw material, Tin Mill Black Plate (TMBP), so the availability of raw materials is always guaranteed.

Selengkapnya di halaman NIKL

Tentang Panca Mitra Multiperdana Tbk.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed No. 52 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., Candidate Notary, dated August 8, 1997. The Company commenced its commercial activity in 1997. The Company’s immediate parent company is PT Tiga Makin Jaya, which is ultimately owned by Soesilo Soebardjo.

Selengkapnya di halaman PMMP