Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) vs Bahtera Bumi Raya Tbk. (PGJO)

Pelat Timah Nusantara Tbk.Trading
Bahtera Bumi Raya Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelat Timah Nusantara Tbk. dan Bahtera Bumi Raya Tbk.: Pelat Timah Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp197 (kapitalisasi pasar 492,05 M, volume 24 jam 3,66 jt), sedangkan Bahtera Bumi Raya Tbk. diperdagangkan di Rp690 (kapitalisasi pasar 553,12 M, volume 24 jam 223,8 rb). Perbedaan utamanya: Pelat Timah Nusantara Tbk. dan Bahtera Bumi Raya Tbk. berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan Pelat Timah Nusantara Tbk. lebih aktif diperdagangkan (3,66 jt vs 223,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

NIKLPGJO
Kapitalisasi Pasar
492,05 M553,12 M
Volume
3,66 jt223,8 rb
Lot
36,64 rb2,24 rb
Perputaran
716,64 jt148,83 jt
Harga Rata-rata
195,61665
Nilai Transaksi
716,64 jt148,83 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
197690
Volume Ekuilibrium Indikatif
14973

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

NIKL
Lihat detail
PGJO
Lihat detail

Tentang Pelat Timah Nusantara Tbk.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (PT Latinusa) was the first company in Indonesia that produces high-quality tinplate with international standards. PT Latinusa was founded on August 19, 1982 under the Company Act No.45, drawn up before Imas Fatimah, SH, and the current majority shareholder is the Japanese consortium consisting of Nippon Steel Corporation, Mitsui Co.. Ltd.., Nippon Steel Trading Co.., And Metal One. Nippon Steel Corporation is also the provider of our main raw material, Tin Mill Black Plate (TMBP), so the availability of raw materials is always guaranteed.

Selengkapnya di halaman NIKL

Tentang Bahtera Bumi Raya Tbk.

PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 22 dated February 20, 2017 of Argo Wahyu Jati, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang Selatan. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman PGJO