Perbedaan ArcelorMittal SA dan Teucrium Wheat Fund: ArcelorMittal SA diperdagangkan di $64,3 (kapitalisasi pasar $45,70B), sedangkan Teucrium Wheat Fund diperdagangkan di $24,43 (kapitalisasi pasar $273,67M). Perbedaan utamanya: Teucrium Wheat Fund jauh lebih besar — sekitar 5988402625,8× kapitalisasi pasar ArcelorMittal SA, dan ArcelorMittal SA membagikan dividen 0,98%, sedangkan Teucrium Wheat Fund tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ArcelorMittal SA selama 36 Hari dan Teucrium Wheat Fund selama 40 Hari.
| MT | WEAT | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $45,70B | $273,67M |
Volume | 1.964.621 | 222.576 |
Sektor | Basic Materials | Commodities - Metals/Agriculture |
Tertinggi 52 Minggu | $78,74 | $28,00 |
Terendah 52 Minggu | $36,91 | $19,88 |
Rata-rata Waktu Simpan | 36 Hari | 40 Hari |
Nilai Perusahaan | $55,27B | — |
Imbal Hasil Dividen | 0,98% | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham ArcelorMittal (MT) diperdagangkan di $64.11, naik 2.87% dalam 24 jam, namun sinyal teknis keseluruhan bearish. Fundamental menunjukkan valuasi menarik dengan P/B 0.84 dan P/S 0.75, didukung margin laba bersih 2.88% pada 2025. Perusahaan baru-baru ini mencatat impairment $1 miliar terkait pabrik Ukraina yang rusak (Reuters, 25 Sep 2026), namun mendapat dukungan dari konsensus analis buy 52.27%.
Outlook: Potensi apresiasi menuju target konsensus $74.33 dengan valuasi yang rendah, namun diimbangi risiko operasional dari gangguan Ukraina dan tren penurunan pendapatan sejak 2022. Sentimen teknis yang bearish memerlukan kehati-hatian jangka pendek.
Belum ada sinyal Aura AI.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ArcelorMittal SA terlibat dalam industri baja. Segmen operasi perusahaan termasuk NAFTA
Selengkapnya di halaman MT →WEAT adalah ETF komoditas yang memberikan akses ke harga berjangka gandum. Produk ini menerapkan strategi bertingkat pada beberapa kontrak berjangka guna memitigasi efek kontango dan biaya transaksi dalam perdagangan berjangka pertanian.
Selengkapnya di halaman WEAT →