Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) vs Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI)

Mora Telematika Indonesia Tbk.Trading
Paperocks Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mora Telematika Indonesia Tbk. dan Paperocks Indonesia Tbk.: Mora Telematika Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp5.025 (kapitalisasi pasar 243,65 T, volume 24 jam 208,2 rb), sedangkan Paperocks Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp146 (kapitalisasi pasar 156,95 M, volume 24 jam 2,19 jt). Perbedaan utamanya: Mora Telematika Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 1552,4× kapitalisasi pasar Paperocks Indonesia Tbk., dan Paperocks Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,19 jt vs 208,2 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MORAPPRI
Kapitalisasi Pasar
243,65 T156,95 M
Volume
208,2 rb2,19 jt
Lot
2,08 rb21,9 rb
Perputaran
1,06 M319,33 jt
Harga Rata-rata
5.083,75145,84
Nilai Transaksi
1,06 M319,33 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
5.025146
Volume Ekuilibrium Indikatif
477534

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MORA
Lihat detail
PPRI
Lihat detail

Tentang Mora Telematika Indonesia Tbk.

PT Mora Telematika Indonesia Tbk (the Company) was established based on the Notarial Deed No. 30 dated August 8, 2000 of Daniel Parganda Marpaung, S.H., a public notary in Jakarta. The Company started its commercial operations in 2001. PT Candrakarya Multikreasi is the parent company. Ir. Galumbang Menak and Farida Bau are the ultimate shareholders of the Company and its subsidiaries (herein after referred to as the Group). The Group is incorporated in Indonesia and conduct its operations in Indonesia and Singapore.

Selengkapnya di halaman MORA

Tentang Paperocks Indonesia Tbk.

PT Paperocks Indonesia Tbk (the Company) was established on February 14, 2011 based on Notarial Deed No.65 of Buntario Tigris, S.H.,M.H., notary in Central Jakarta. The Company started its commercial operations in May 2011.

Selengkapnya di halaman PPRI