Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mulia Industrindo Tbk (MLIA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Mulia Industrindo TbkTrading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mulia Industrindo Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Mulia Industrindo Tbk diperdagangkan di Rp230 (kapitalisasi pasar 1,52 T, volume 24 jam 35,5 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.500 (kapitalisasi pasar 14,41 T, volume 24 jam 355,6 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,5× kapitalisasi pasar Mulia Industrindo Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (355,6 rb vs 35,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MLIARLCO
Kapitalisasi Pasar
1,52 T14,41 T
Volume
35,5 rb355,6 rb
Lot
3553,56 rb
Perputaran
8,17 jt1,62 M
Harga Rata-rata
2304.547,46
Nilai Transaksi
8,17 jt1,62 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2304.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
52112

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MLIA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Mulia Industrindo Tbk

PT Mulia Industrindo Tbk (the company) was established based on Deed No. 15 dated November 5, 1986 of Liliani Handajawati Tamzil S.H., notary in Jakarta, as amended by deed No. 7 dated May 6, 1987 of the same notary.. The company's articles of association have been amended several times, most recently on January 21, 1997 regarding the change of the Company's name and par value per share. The company is one of the companies of the Mulia Group. The company started its commercial operations in 1990.

Selengkapnya di halaman MLIA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO