Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) vs Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI)

Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.Trading
Paperocks Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. dan Paperocks Indonesia Tbk.: Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. diperdagangkan di Rp1 (kapitalisasi pasar 5,5 M), sedangkan Paperocks Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp178 (kapitalisasi pasar 198,88 M, volume 24 jam 8,24 jt). Perbedaan utamanya: Paperocks Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 36,2× kapitalisasi pasar Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MKNTPPRI
Kapitalisasi Pasar
5,5 M198,88 M
Volume
8,24 jt
Lot
82,39 rb
Perputaran
1,45 M
Harga Rata-rata
176,37
Nilai Transaksi
1,45 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
178
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MKNT
Lihat detail
PPRI
Lihat detail

Tentang Mitra Komunikasi Nusantara Tbk.

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (the Company) was founded in July 14, 2008 as a company engaged in general trade mainly Cellular phone (Mobile), gadgets (smartphone, tablet, etc.) and refill voucher.The Company is the sole agent Electronic devices (Gadgets) by Cyrus brand, as well as Importer and Wholesaler for products Cyrus. The Company cooperated with Telecommunications Operators in Indonesia in distributing Voucher Recharge with Mobile Products Company, and sold in Wholesale or Ritail directly to the user. including PT Telkomsel Indonesia Tbk, PT Indosat Tbk, PT XL Axiata Tbk, PT Telkom Indonesia Tbk, PT Hutchison 3 Indonesia.

Selengkapnya di halaman MKNT

Tentang Paperocks Indonesia Tbk.

PT Paperocks Indonesia Tbk (the Company) was established on February 14, 2011 based on Notarial Deed No.65 of Buntario Tigris, S.H.,M.H., notary in Central Jakarta. The Company started its commercial operations in May 2011.

Selengkapnya di halaman PPRI