Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Merck Tbk. (MERK) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Merck Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Merck Tbk. diperdagangkan di Rp3.900 (kapitalisasi pasar 1,76 T, volume 24 jam 63 rb), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Merck Tbk. jauh lebih besar — sekitar 16,9× kapitalisasi pasar Organon Pharma Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MERKSCPI
Kapitalisasi Pasar
1,76 T104,4 M
Volume
63 rb
Lot
630
Perputaran
243,97 jt
Harga Rata-rata
3.872,46
Nilai Transaksi
243,97 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
3.900
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MERK
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Merck Tbk.

PT Merck Tbk (the Company) is domiciled in Indonesia and located at Jl. TB Simatupang No. 8, Pasar Rebo, East Jakarta, was established in framework of Law No. 1 of 1967 and Law No. 11 of 1970 on foreign capital investment by deed of notary public Eliza Pondaag, SH dated 14 October 1970 No. 29. PT Merck Indonesia is a member of the Merck International Group. The company produces pharmaceutical products with production facility in East Jakarta. It commenced its operation in 1974 in manufacturing medical products, such as Songobian and Neurobion.

Selengkapnya di halaman MERK

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI