Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) vs Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK)

Hetzer Medical Indonesia Tbk.Trading
Perdana Karya Perkasa TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Hetzer Medical Indonesia Tbk. dan Perdana Karya Perkasa Tbk: Hetzer Medical Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp86 (kapitalisasi pasar 139,06 M, volume 24 jam 51,66 jt), sedangkan Perdana Karya Perkasa Tbk diperdagangkan di Rp4.450 (kapitalisasi pasar 5,34 T, volume 24 jam 1,08 jt). Perbedaan utamanya: Perdana Karya Perkasa Tbk jauh lebih besar — sekitar 38,4× kapitalisasi pasar Hetzer Medical Indonesia Tbk., dan Hetzer Medical Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (51,66 jt vs 1,08 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MEDSPKPK
Kapitalisasi Pasar
139,06 M5,34 T
Volume
51,66 jt1,08 jt
Lot
516,62 rb10,75 rb
Perputaran
4,44 M4,78 M
Harga Rata-rata
85,974.443,43
Nilai Transaksi
4,44 M4,78 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
864.450
Volume Ekuilibrium Indikatif
9,62 rb781

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MEDS
Lihat detail
PKPK
Lihat detail

Tentang Hetzer Medical Indonesia Tbk.

PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed of Cahya Suryana, S.H., Notary in Bandung, No. 12 dated December 31, 2010.

Selengkapnya di halaman MEDS

Tentang Perdana Karya Perkasa Tbk

PT Perdana Karya Perkasa (the company) was established under its original name of PT Perdana Karya Kaltim on Dec 7, 1983 then changed to PT Perdana Karya Perkasa based on Notaries Deed dated Jun 30, 2006 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Aug 9, 2006. The Company articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 46 of Marina Soewana, S.H., dated Sep 28, 2006, concerning among others, the change in the Company name and public offering

Selengkapnya di halaman PKPK