Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Bank Mayapada Internasional Tbk.Trading
Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Mayapada Internasional Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Bank Mayapada Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp197 (kapitalisasi pasar 5,08 T, volume 24 jam 476,3 rb), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Bank Mayapada Internasional Tbk. jauh lebih besar — sekitar 48,7× kapitalisasi pasar Organon Pharma Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MAYASCPI
Kapitalisasi Pasar
5,08 T104,4 M
Volume
476,3 rb
Lot
4,76 rb
Perputaran
92,84 jt
Harga Rata-rata
194,91
Nilai Transaksi
92,84 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
197
Volume Ekuilibrium Indikatif
17

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MAYA
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Bank Mayapada Internasional Tbk.

PT. Bank Mayapada Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed OF notary Edison Jingga, SH No 196 dated September 7, 1989 by the Notary Edison Jingga, SH., substitute for Misahardi Wilamarta, SH.By September 22, 1999 the bank increased its authorized capital from Rp 300,000,000,000 to Rp 650,000,000,000 which consits of 1,300,000,000 shares with nominal value of Rp 500 per share.

Selengkapnya di halaman MAYA

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI