Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bank Mayapada Internasional Tbk. (MAYA) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Bank Mayapada Internasional Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bank Mayapada Internasional Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Bank Mayapada Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp199 (kapitalisasi pasar 5,18 T, volume 24 jam 703,9 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.610 (kapitalisasi pasar 13,91 T, volume 24 jam 538,4 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Bank Mayapada Internasional Tbk., dan Bank Mayapada Internasional Tbk. lebih aktif diperdagangkan (703,9 rb vs 538,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

MAYARLCO
Kapitalisasi Pasar
5,18 T13,91 T
Volume
703,9 rb538,4 rb
Lot
7,04 rb5,38 rb
Perputaran
140,25 jt2,47 M
Harga Rata-rata
199,244.589,19
Nilai Transaksi
140,25 jt2,47 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2004.610
Volume Ekuilibrium Indikatif
200150

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

MAYA
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Bank Mayapada Internasional Tbk.

PT. Bank Mayapada Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed OF notary Edison Jingga, SH No 196 dated September 7, 1989 by the Notary Edison Jingga, SH., substitute for Misahardi Wilamarta, SH.By September 22, 1999 the bank increased its authorized capital from Rp 300,000,000,000 to Rp 650,000,000,000 which consits of 1,300,000,000 shares with nominal value of Rp 500 per share.

Selengkapnya di halaman MAYA

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO