Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) vs Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP)

PP London Sumatra Indonesia Tbk.Trading
Panca Mitra Multiperdana Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan PP London Sumatra Indonesia Tbk. dan Panca Mitra Multiperdana Tbk.: PP London Sumatra Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp1.700 (kapitalisasi pasar 11,49 T, volume 24 jam 15,99 jt), sedangkan Panca Mitra Multiperdana Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 129,42 M). Perbedaan utamanya: PP London Sumatra Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 88,8× kapitalisasi pasar Panca Mitra Multiperdana Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

LSIPPMMP
Kapitalisasi Pasar
11,49 T129,42 M
Volume
15,99 jt
Lot
159,9 rb
Perputaran
27,34 M
Harga Rata-rata
1.710,03
Nilai Transaksi
27,34 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.700
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,92 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

LSIP
Lihat detail
PMMP
Lihat detail

Tentang PP London Sumatra Indonesia Tbk.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatera Tbk abbreviated as Lonsum, was established in teh Republic of Indonesia based on Notarial Deed No. 93 of Raden Kadiman dated December 18, 1962 and amended by Notarial Deed No. 20 dated September 9, 1963. Based on Notarial Deed No. 18 of Pahala Sutrisno Amijoyo Tampubolon, S.H., M.Kn., dated May 24, 2013, the Company's shareholders approved the change of the Company's status from Foreign Capital Investment (PMA) company to Domestic Capital Investment (PMDN) company.

Selengkapnya di halaman LSIP

Tentang Panca Mitra Multiperdana Tbk.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed No. 52 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., Candidate Notary, dated August 8, 1997. The Company commenced its commercial activity in 1997. The Company’s immediate parent company is PT Tiga Makin Jaya, which is ultimately owned by Soesilo Soebardjo.

Selengkapnya di halaman PMMP