Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) vs Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI)

Multi Prima Sejahtera TbkTrading
Multi Bintang Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Multi Prima Sejahtera Tbk dan Multi Bintang Indonesia Tbk.: Multi Prima Sejahtera Tbk diperdagangkan di Rp420 (kapitalisasi pasar 177,65 M, volume 24 jam 28,6 rb), sedangkan Multi Bintang Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp6.975 (kapitalisasi pasar 14,85 T, volume 24 jam 42,2 rb). Perbedaan utamanya: Multi Bintang Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 83,6× kapitalisasi pasar Multi Prima Sejahtera Tbk, dan Multi Bintang Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (42,2 rb vs 28,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

LPINMLBI
Kapitalisasi Pasar
177,65 M14,85 T
Volume
28,6 rb42,2 rb
Lot
286422
Perputaran
11,94 jt293,55 jt
Harga Rata-rata
417,516.956,22
Nilai Transaksi
11,94 jt293,55 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
6.975
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

LPIN
Lihat detail
MLBI
Lihat detail

Tentang Multi Prima Sejahtera Tbk

PT Multi Prima Sejahtera Tbk was established in January 7, 1982, PT Lippo Industries is licensed producer of spark-plug under the Champion trade mark. It has 7 subsidiaries In 1996, it joint venture with Kwan Yang Motor Company, Taiwan to established a motorcycle manufacturing. And on AEGM on June 27th 2001, the meeting decide to change the company's name to Multi Prima Sejahtera Tbk.

Selengkapnya di halaman LPIN

Tentang Multi Bintang Indonesia Tbk.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (The Company) was established on June 3, 1929, based on notarial deed No. 8 of Tjeerd Dijkstra, notary public in Medan, under the name of NV Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen. The Company is part of the Heineken Group, where the ultimate shareholder is Heineken N.V. (Heineken).

Selengkapnya di halaman MLBI