Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kentanix Supra International Tbk. (KSIX) vs IMC Pelita Logistik Tbk. (PSSI)

Kentanix Supra International Tbk.Trading
IMC Pelita Logistik Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kentanix Supra International Tbk. dan IMC Pelita Logistik Tbk.: Kentanix Supra International Tbk. diperdagangkan di Rp406 (kapitalisasi pasar 867,96 M, volume 24 jam 81,6 rb), sedangkan IMC Pelita Logistik Tbk. diperdagangkan di Rp356 (kapitalisasi pasar 1,95 T, volume 24 jam 466,2 rb). Perbedaan utamanya: IMC Pelita Logistik Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar Kentanix Supra International Tbk., dan IMC Pelita Logistik Tbk. lebih aktif diperdagangkan (466,2 rb vs 81,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KSIXPSSI
Kapitalisasi Pasar
867,96 M1,95 T
Volume
81,6 rb466,2 rb
Lot
8164,66 rb
Perputaran
33,19 jt166,46 jt
Harga Rata-rata
406,78357,05
Nilai Transaksi
33,19 jt166,46 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
356
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KSIX
Lihat detail
PSSI
Lihat detail

Tentang Kentanix Supra International Tbk.

PT Kentanix Supra International Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 41 dated October 27, 1980 of Samsul Hadi, S.H., as amended by Deed No. 25 dated April 8, 1981 and Deed No. 10 dated October 9, 1981 of the same Notary. The Company commenced its commercial operations in 1985. PT Badra Arta, a company incorporated in Indonesia, is the parent entity of the Company.

Selengkapnya di halaman KSIX

Tentang IMC Pelita Logistik Tbk.

PT Pelita Samudera Shipping (the Company) was established based on Notarial Deed No. 20 of Sutjipto, S.H., a notary in Jakarta, dated 10 January 2007, which was amended by Notarial Deed No.127 of Sutjipto, S.H. dated 16 April 2007. The Company obtained an approval to become a Foreign Capital Investment Company (“PMA”) from the Indonesian Investment Coordinating Board (“BKPM”)under decision letter No. 213/V/PMA/2009 dated 21 October 2009.

Selengkapnya di halaman PSSI